Kades Kunci Keberhasilan Koperasi Merah Putih

  • 11 Agt 2025 17:45 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tim eXpeDESA de Java+ melanjutkan perjalanan ke Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Temanggung, Senin (11/8/2025) siang. Kunjungan dilakukan setelah menyambangi Kopdes Merah Putih di Semarang dan Magelang.

Ketua eXpeDESA, Suryokoco Suryoputro, mengungkapkan sejumlah temuan positif di Desa Bengkal. Salah satunya sinergi antara koperasi desa dengan kelompok tani (Gapoktan) yang sudah mampu melakukan ekspor.

"Hasilnya Kopdes yang di Temanggung menurut saya temuan yang menariknya adalah bagaimana ada teman dari Gapoktan yang memang sudah punya kemampuan untuk ekspor, kemudian bersinergi atau bekerja sama dengan Kopdesnya," ungkapnya.

Kerja sama tersebut membuat perwakilan Gapoktan ikut menjadi pengurus Kopdes Merah Putih. Kolaborasi ini dinilai memperkuat jejaring usaha dan pemasaran produk desa.

Kopdes Bengkal juga sudah menjadi sub agen resmi LPG 3 kilogram. Padahal, banyak koperasi desa lain masih kesulitan mendapatkan status tersebut dari Pertamina.

"Jadi masyarakat sudah banyak yang memanfaatkan jualan gasnya. Kemudian penjualan pupuk subsidi juga sudah dilakukan oleh koperasi di Merah Putih Desa ini," ujarnya.

Suryokoco menilai peran kepala desa menjadi kunci keberhasilan koperasi dengan mempercepat perkembangan usaha dan layanan koperasi. "Kepala desa memberikan fasilitasi itu akan sangat membantu terhadap koperasi Desa Merah Putih," tuturnya.

Semantara itu, Kepala Desa Bengkal, Sudarmanto Kopdes Bengkal mulai beroperasi setelah diluncurkan Presiden Prabowo pada 21 Juli 2025. Hingga kini, koperasi tetap buka setiap hari sesuai jam layanan.

Sejauh ini, animo warga untuk menjadi anggota koperasi cukup tinggi. Lebih dari 200 orang sudah mendaftar dan membayar simpanan pokok serta simpanan wajib.

"Allamdulillah sampai sekarang jualan juga masih tetap eksis, tidak ada yang ditutup. Jujur kita menunjuk orang orang yang muda yang berkopetensi, kita sudah salurkan pupuk subsidi, gas subsidi dan beras SPHP," tuturnya.

Ia mengaku totalitas dalam mendukung eksistensi desa merah putih. "Kita mensuport tidak setengah setengah, dari pengurusan notaris, NIBnya semua persyaratan lengkap, didukung kondisi lingkungan dan lain-lain termasuk surve gudangpun dilakukan. Akhirnya dapat izin," tuturnya.

Untuk diketahui, Program eXpeDESA akan memotret kondisi Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Hasil temuan lapangan akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan rekomendasi kebijakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....