Sosialisasi Empat Konsensus Dasar di Pati Warnai Dialog Kritis Warga
- 08 Jul 2026 12:30 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Wawasan Kebangsaan Serap Aspirasi Kritis Warga
RRI.CO.ID, Pati : Kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dan empat konsensus dasar di Kabupaten Pati memunculkan dialog kritis antara masyarakat dengan wakil rakyat. Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai masukan mengenai efektivitas kebijakan pemerintah serta penguatan peran pengawasan lembaga negara.
Anggota MPR RI H Firman Soebagyo menilai antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap kebijakan pembangunan nasional. Ia menyebut banyak warga menyampaikan pertanyaan tajam mengenai program strategis pemerintah yang sedang berjalan.
Firman menjelaskan pemerintah merancang berbagai program nasional untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Ia mengingatkan seluruh pelaksana kebijakan harus menerjemahkan arahan Presiden secara tepat demi kepentingan masyarakat luas.
“Saya terkejut karena banyak pertanyaan kritis disampaikan masyarakat kepada wakilnya dalam sosialisasi wawasan kebangsaan malam ini. Saya meyakini seluruh kebijakan Presiden bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun pelaksanaannya harus benar-benar berpihak masyarakat. Program makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih memiliki tujuan mulia untuk memperkuat ekonomi rakyat. Semua pelaksana kebijakan harus mawas diri agar tujuan pemerintah sesuai harapan masyarakat dan Presiden,” katanya pada Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Sosialiasi 4 Konsensus Dasar, di Balai Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Selasa 7 Juli 2026 malam.
Anggota BPD Desa Kedungbulus, Patman, menilai kegiatan tersebut membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung. Ia berharap DPR mampu memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah sekaligus memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah.
“Pertemuan ini diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat dan menjadi bahan evaluasi DPR meningkatkan fungsi pengawasan. Masyarakat menginginkan program pemerintah berkelanjutan sehingga hasil pembangunan dapat berkembang lebih baik kedepannya. Kami berharap pergantian kepemimpinan tidak menghentikan program yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya masyarakat. Bantuan yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesejahteraan warga desa,” ujar Patman.
Firman juga menyoroti pentingnya penguatan wawasan kebangsaan melalui metode pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, pendekatan visual dan pemanfaatan platform digital dapat membantu generasi muda memahami nilai kebangsaan.
Melalui sosialisasi empat konsensus dasar, masyarakat diharapkan semakin memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal kebijakan publik secara konstruktif..(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....