Mengenal Cerita Wayang Gedhog Pasca Wayang Purwa

  • 07 Okt 2026 12:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebelum Angling Dharma lahir, terdapat sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Hastina. Kerajaan Hastina saat itu dipimpin oleh Raja yang dikenal dengan Raja Parikesit (cucu Arjuna dari pandawa).

Semenjak Parikesit mempunyai beberapa orang putra, kehidupan disekitar kerajaan mulai memburuk karena terjadi persaingan perebutan tahta kerajaan. Raja Parikesit mewariskan tahtanya kepada putranya Yudayana.

Ketika masa kepemimpinan Yudayana dimulai, kerajaan hampir mengalami kehancuran sehingga Raja Yudayana sampai berani mengubah nama kerajaannya menjadi Kerajaan Yawasita. Perubahan nama kerajaan dilakukan bermaksud agar masa depan kerajaan yang dipimpin raja Yudayana semakin membaik.

Namun kenyataannya masa depan kerajaan Yawasita tetap tidak jaya. Sehingga tahta Raja Yudayana dia berikan kepada saudaranya Gendrayana yang dulu pernah bersaing dengan Yudayana.

Pada masa pemerintahan Raja baru Gendrayana, lingkungan kerajaan semakin membaik dan mulai ada perubahan yang lebih sejahtera. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya rakyat yang mengalami kelaparan dan kemiskinan.

Namun, masa kepemimpinan Gendrayana tidak terlalu lama karena dia menghukum adiknya sendiri yang bernama Sudarsana dengan dasar kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Mendengar berita itu, Batara Narada, seorang dewa dari kahyangan yang bijaksana datang ke kerajaan Yawastita untuk mengadili Gendrayana.

Sebagai hukumannya, gendrayana dibuang ke hutan oleh Batara Narada, sedangkan adiknya Sudarsana dijadikan sebagai pengganti Gendrayana. Gendrayana mengajak beberapa pengikut setianya untuk hidup bersamanya dan membuat kerajaan baru suatu hari nanti.

Di dalam hutan, Gendrayana berjuang keras bersama pengikut-pengikutnya membuat sebuah kerajaan yang akan berdiri kokoh. Setelah beberapa tahun, akhirnya sebuah kerajaan berhasil berdiri atas perjuangan keras yang dilakukan Gendrayana.

Kerajaan tersebut diberi nama Kerajaan Mamenang oleh Gendrayana. Dan raja pertama yang menduduki pada masa itu adalah Gendrayana sendiri.

Bahkan sampai Ratusan tahun kerajaan Mamenang berhasil memakmurkan rakyatnya dan selalu unggul dalam persaingan dengan kerajaan Yawasita. Setelah mengalami masa kejayaan, Gendrayana dikaruniai seorang putra yang diberi nama Jayabaya.

Gendrayana mewariskan tahtanya kepada Jayabaya. Sedangkan Raja Sudarsana juga menyerahkan tahta kepada putranya yaitu Sariwahana.

Kamudian Sariwahana mewariskan tahtanya kepada putranya Astradama karena Sariwahana tidak terlalu suka menjadi seorang raja. Pada masa pergantian tahta, kedua kerajaan ini sering terlibat dalam perang saudara.

Perang saudara ini sampai bertahan hingga puluhan tahun dan tetap saja tidak selesai-selesai.

Akhirnya kedua kerajaan ini damai atas bantuan dari Hanoman yang telah bertapa lebih dari ratusan tahun.

Hanoman melakukan tindakan yang berhasil mewujudkan perdamaian antara kerajaan Yawastina dengan kerajaan Mamenang dengan cara perkawinan salah satu anggota kerajaan. Yaitu Astradarma dinikahkan dengan Pramesti, Putra Jayabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....