Sukses Meregenerasi, Anang Purbo Siap Tampilkan Wayang Golek Cepak di Solo

  • 15 Sep 2026 19:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Denyut nadi seni pedalangan di Kabupaten Batang nyatanya terus berdetak dengan kehadiran dalang cilik Anang Purbo Carito berusia 10 tahun siswa kelas 4 SD Kaliwareng. Ia mewarisi darah seni mendalang dari ayahandanya yang juga seorang dalang kondang Ki Caswono Hadi.

Generasi z satu ini memang menggemari seni wayang golek cepak sejak berusia 9 tahun. Kini tengah bersiap mengikuti perlombaan dalang cilik tingkat Jateng, mengangkat lako "Raden Joko Bahu".

Ditemui usai berlatih di bawah bimbingan sang guru, Ki Tulus Wahyu Utomo dan ayahanda Ki Caswono Hadi, Anang sapaan akrabnya, membawakan lakon "Raden Joko Bahu" untuk ditampilkan di Taman Budaya Jawa Tengah dalam Festival Dalang Anak. Berkat ketekunannya berlatih dan mendampingi sang ayah mendalang, kini bakat itu pun menitis dalam diri untuk membawa nama Kabupaten Batang di kancah provinsi.

"Sudah suka sama wayang golek cepak dari kecil, waktu ayah ndalang pas adegan perang itu paling suka. Akhirnya milih pingin jadi dalang," ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Desa Kaliwareng, RT 8 RW 4, Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa 15 September 2026.

Untuk mengasah bakatnya, ia berlatih tiap pekan, namun menjelang momen pementasan di Taman Budaya Jawa Tengah, intensitasnya makin ditingkatkan. "Latihannya tiap malam Minggu, sama bapak, Om Uut, Mamas, Mbah Wahyudin, Mbah Kaji Rohim," bebernya.

Meski kini rutinitasnya makin padat dengan berlatih menjadi dalang cilik, ia tak melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar. "Teman-teman sama guru udah tahu kalau saya mau jadi dalang, mereka pada dukung," ungkapnya.

Sementara, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Batang, Ki Tulus Wahyu Utomo atau akrab disapa Ki U'ut merasa bangga proses regenerasi dalang cilik di Batang berjalan secara berkelanjutan. Khusus di seni wayang golek cepak memang lebih mengetengahkan lakon-lakon yang mengadopsi cerita kearifan lokal pesisir pantai utara, antara Cirebon hingga Batang.

"Kalau di Batang lakon yang sering dipentaskan Joko Bahu yang mengisahkan perjuangannya menjadi prajurit Mataram di bawah Sultan Agung untuk membendung sungai demi memudahkan proses irigasi pertanian sebelum menyerbu ke Batavia," terangnya.

Sedangkan di Cirebon, identik dengan kisah Kesultanan Kacirebonan maupun peran para Wali Songo. Terkait regenerasi dalang cilik, khusus di Batang telah menelurkan 10 anak dari jenjang SD hingga SMP.

Sementara, Ki Caswono Hadi, ayahanda dari Anang Purbo Carito mengaku bangga dengan bakat yang dapat membawanya menjadi dalang cilik yang siap tampil dalam ajang Festival Dalang Anak di Solo pada 23 September 2026. Diakuinya, bakat putranya itu menurun dari kakek neneknya yang seorang seniman.

"Dari kecil Anang itu mesti ikut kalau saya pentas, begitu sampai rumah langsung dipraktikkan gerakan wayang sama adegan perangnya. Berkat pendampingan Mas U'ut, anak saya diminta tampil di Solo besok, masalah menang atau tidak itu urusan nanti, yang penting tampil yang terbaik," harapnya.

Untuk mengoptimalkan penampilan putranya, ia sengaja membeli seperangkat alat gamelan baru dan digunakan untuk berlatih selama ini.

Ia pun bersyukur putranya mewakili Kabupaten Batang maju di Festival Dalang Anak. "Terima kasih atas dukungan Pak Bupati M Faiz Kurniawan, Pak Wabup Suyono dan Bu PJ Sekda Sri Purwaningsih, yang memotivasi anak saya berani tampil di tingkat provinsi," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....