Rembangan Fest Jadi Panggung Regenerasi Seniman dan Budayawan
- 14 Sep 2026 15:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Berbagai kesenian dan kebudayaan tampil dalam Rembangan Fest 2026 yang digelar di kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi wahana hiburan bagi masyarakat sekaligus ruang bagi seniman muda untuk menunjukkan eksistensi dan kreativitasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hari dengan workshop dolanan anak yang dilanjutkan dengan kegiatan mural. Memasuki malam hari, masyarakat disuguhi pertunjukan karawitan bocah, barongan, hingga musik keroncong yang berkolaborasi dengan Falden dan Jolang.
Wakil Bupati Rembang, HM Hanies Cholil Barro’ mengatakan, keberadaan panggung bagi para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Menurutnya, ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi berbasis pengalaman di daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang pada 2025 yang mencapai 5,7 persen tidak lepas dari kontribusi berbagai sektor, termasuk pariwisata. Mobilitas wisatawan juga menunjukkan tren positif dengan jumlah kunjungan yang mencapai sekitar 2,8 juta orang.
“Ini indikator yang tentu sangat positif bagi kita semua. Mobilitas pariwisata dan ekonomi yang berbasis pengalaman tentunya semakin penting dalam struktur ekonomi daerah,” ujarnya.
Hanies menambahkan, pengembangan seni, budaya, dan pariwisata perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan menyediakan ruang bagi para pelaku seni dan budaya untuk berkarya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas(Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengatakan Rembangan Fest digelar untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya. “Mendukung promosi pariwisata Kabupaten Rembang, serta meningkatkan jejaring dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni budaya, dan komunitas ekonomi kreatif,” tuturnya.
Isti menjelaskan, Rembangan Fest 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan anak-anak dalam pertunjukan seni. Sejumlah pengrawit yang tampil merupakan siswa sekolah dasar, bahkan ada yang masih duduk di kelas 1 dan kelas 3.
Menurut Isti, keterlibatan anak-anak tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendorong regenerasi pelaku seni dan budaya. Pelibatan generasi muda dinilai penting agar kesenian dan kebudayaan daerah tetap memiliki penerus di masa mendatang.
“Yang tak kalah penting, tujuan dari Rembangan Fest ini untuk regenerasi kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Rembang. Karena yang paling efektif untuk meregenerasi ini melalui anak-anak sekolah, maka acara ini kami melibatkan sekolah dan madrasah,” katanya.
Melalui Rembangan Fest 2026, pemerintah daerah berharap seni dan budaya lokal tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat. Kesenian dan kebudayaan juga diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....