Bukan Sekadar Menari, Tari Tradisional Jadi Media Pendidikan Karakter

  • 21 Agt 2026 06:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tari tradisional tidak hanya menjadi kegiatan seni, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter bagi pelajar di Semarang. Guru Seni Budaya SMP Negeri 12 Semarang, Mira Fauziyah, mengatakan proses latihan tari memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.

Menurut Mira, siswa belajar disiplin, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan berkolaborasi melalui kegiatan seni tari. “Anak-anak jadi lebih disiplin, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasinya muncul melalui kegiatan seperti ini,” kata Mira.

Hal tersebut terlihat saat siswa SMP Negeri 12 Semarang mengikuti Festival Tari Duk-Duk Der Semarangan. Sebanyak 50 siswa dari setiap SMP mendapat kuota untuk mengikuti festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Sebelum tampil, para siswa mengikuti sejumlah tahapan latihan dan workshop yang digelar pada Juli. Mira menyebut proses latihan harus disesuaikan dengan kegiatan belajar siswa di sekolah.

Menurutnya, pembelajaran seni tetap harus berjalan tanpa mengesampingkan hak siswa memperoleh pendidikan akademik. Kegiatan tari juga dinilai mampu memberikan ruang bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri.

Siswa yang awalnya merasa tidak percaya diri dapat menemukan keberanian setelah menjalani proses latihan dan tampil. Mira menilai kesempurnaan dalam tari bukan sesuatu yang harus langsung dicapai oleh siswa.

“Kesempurnaan dalam tari bukan dicari. Akan tetapi dibentuk melalui proses agar anak menemukan potensi dirinya,” ujar Mira.

Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya mempelajari gerakan tari, tetapi juga belajar memahami dirinya. Pengalaman tampil bersama juga mengajarkan siswa pentingnya bekerja dalam kelompok dan menghargai kemampuan teman.

Mira berharap kegiatan seni dapat terus memberikan pengalaman budaya yang relevan bagi kehidupan generasi muda. Menurutnya, seni tradisional tidak harus dianggap kuno karena dapat dikemas melalui pendekatan yang dekat dengan siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....