Kendang Jawa dalam Gamelan, lambang Pemimpin dalam Kehidupan
- 18 Agt 2026 13:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Alat musik kendang atau Gendang, merupakan alat musik tradisi bersisi dua asal Indonesia. Dibuat dari batang pohon yang dilobangi membentuk rongga, di kedua ujungnya ditutup menggunakan kulit hewan seperti sapi atau kerbau.
Dalam memainkannya, pemain melakukan bersama pemain instrumen lain dalam seperangkat gamelan hingga menciptakan orkestra perkusi tradisional ala Tanah Air tercinta. Tanpa penutup kulit, secara harfiah alat ini hanyalah silinder atau ruang kosong.
Orang awam dan asing seringkali menyebut kendang sebagai drum berkepala dua. Kendang punya banyak variasi nama di berbagai daerah, di ibu kota kerap disebut gendang, di Jawa dan Sunda disebut kendang.
Saat memainkannya, seseorang atau pemain kendang memukul bagian kulit, baik dengan tongkat ataupun tangan memainkan nada tertentu. Butuh latihan dan pengalaman agar dapat memainkan kendang dengan baik dan menghasilkan bunyi yang indah.
| Baca juga: Wayang Beber, Wayang Tertua di Indonesia |
Di Jawa Tengah, pemain kendang disebut pengendang. Kendang dipakai dalam permainan Gamelan dan punya peran penting dalam Karawitan Jawa.
Alat musik ini berfungsi sebagai pemimpin irama atau pamurba irama. Yakni bertugas mengatur cepat atau lambatnya irama gendhing, peralihan lagu, serta membuka atau menghentikan sajiannya.
Di Yogyakarta dan Surakarta, dikenal ragam bentuk dan nama kendang dalam kesenian gamelan. Di antaranya, terdapat kendang ageng berukuran besar, kendang sabet wayangan yang biasa dipakai dalam pertunjukkan wayang kulit.
Ada pula kendang ciblon yang menghasilkan nada sedang dan tinggi. Hingga kendang ketipung berukuran paling kecil diantara yang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....