Sanggar Tari Tancep Sedap Malam Sragen Jadi Wadah Pelestarian Budaya Jawa

  • 23 Jul 2026 09:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Sragen – Upaya pelestarian seni dan budaya Jawa terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan generasi muda. Salah satunya terlihat di Sanggar Tari Tancep Sedap Malam, Kabupaten Sragen, yang menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mempelajari serta mengembangkan seni tari tradisional maupun kontemporer.

Peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya Jawa menjadi perhatian aktivis kebudayaan Agus Mujayanto saat berkunjung ke sanggar tersebut pada Rabu 22 Juli 2026. Menurutnya, pelajar dan anak muda yang menekuni seni tradisi memiliki posisi penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Dalam kunjungannya, Agus menilai ketekunan para pelajar yang aktif berlatih seni tradisi merupakan modal penting bagi keberlangsungan kebudayaan nasional. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan generasi muda sebagai penerus nilai-nilai luhur bangsa.

"Adik-adik penjaga kesenian dan kebudayaan Jawa adalah pilar utama bangsa. Ketekunan kalian dalam melestarikan budaya menjadi bagian penting dari kejayaan dan keharuman Indonesia di masa depan," ujar Agus Mujayanto dalam keterangan tertulisnya.

Sanggar Tari Tancep Sedap Malam yang diasuh Sri Riyanto, S.Pd selama ini dikenal sebagai ruang pembelajaran seni yang terbuka bagi masyarakat. Setiap pekan, lebih dari 100 peserta mengikuti latihan tari dengan tujuan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan kemampuan seni pertunjukan.

Namun, upaya pelestarian budaya tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa perangkat gamelan membutuhkan restorasi dan penyetelan ulang, sementara kapasitas ruang latihan dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menampung seluruh peserta yang aktif mengikuti kegiatan.

Selain itu, keterbatasan pembiayaan juga menjadi tantangan dalam pengembangan karya tari orisinal, penyediaan kostum, hingga dokumentasi pertunjukan. Meski demikian, pengelola sanggar tetap berkomitmen memberikan akses pendidikan seni yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh kalangan tanpa membebani peserta dengan biaya tinggi.

Agus berharap semangat para pelestari budaya muda tersebut mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat maupun berbagai pemangku kepentingan. "Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga membangun karakter bangsa. Ketika anak-anak muda mencintai budayanya sendiri, Indonesia akan memiliki fondasi yang kuat menghadapi tantangan global," tuturnya. Ke depan, Sanggar Tari Tancep Sedap Malam menargetkan peningkatan fasilitas, pelestarian perangkat gamelan, penguatan kapasitas pelatih, serta lahirnya karya-karya tari orisinal yang mampu tampil di tingkat lokal maupun regional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....