SKRM Squad Isi Libur Sekolah Anak Dengan Berlatih Gamelan

  • 12 Jul 2026 16:02 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Libur sekolah

RRI.CO.ID, Rembang - Suara tabuhan gamelan kembali menggema setiap malam di Dukuh Sekararum Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, selama libur akhir tahun ajaran. Puluhan anak mengikuti latihan gamelan yang digagas komunitas pemuda SKRM Squad sebagai kegiatan positif di masa liburan.

Kegiatan tersebut lahir dari kepedulian para pemuda terhadap kondisi anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai selama libur sekolah. Selain itu, banyak pelajar yang menempuh pendidikan di luar daerah juga pulang ke kampung halaman sehingga membutuhkan ruang untuk beraktivitas bersama.

SKRM Squad kemudian menginisiasi latihan gamelan yang digelar setiap malam. Program itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, bermain, sekaligus bersosialisasi dengan teman sebaya.

Pegiat SKRM Squad, Zaenuri, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan cara memainkan gamelan. Menurutnya, latihan itu juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap telepon genggam.

"Saat liburan banyak anak yang pulang ke Sekararum, sementara yang tinggal di desa juga sedang libur sekolah. Kami melihat mereka belum memiliki kegiatan yang rutin sehingga banyak menghabiskan waktu bermain handphone," kata Zaenuri, Sabtu (11/7/2026).

Ia menambahkan, dari kondisi tersebut muncul gagasan mengadakan latihan gamelan setiap malam. Harapannya, anak-anak memiliki aktivitas yang bermanfaat sekaligus dapat berkumpul bersama teman-temannya.

Menurut Zaenuri, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal yang telah lama melekat di Desa Sekararum. Ia menyebut kesenian tradisional merupakan identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Dahulu, kata dia, kelompok gamelan dan ketoprak tumbuh subur di tengah masyarakat. Berbagai pertunjukan seni hampir selalu hadir dalam hajatan maupun kegiatan desa sehingga menjadi bagian dari kehidupan warga.

"Orang-orang tua di Sekararum dulu banyak yang berkesenian. Kami ingin semangat itu tidak hilang karena anak-anak perlu dikenalkan sejak dini agar mencintai budayanya sendiri," ujarnya.

Selama latihan, anak-anak dikenalkan berbagai instrumen gamelan, seperti saron, demung, bonang, hingga kendang. Mereka kemudian belajar memainkan lagu-lagu sederhana dengan suasana santai dan menyenangkan.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dukungan para orang tua yang mengantar dan menunggu anak-anak selama latihan berlangsung. Bahkan, hampir setiap malam ada warga yang secara sukarela membawa makanan ringan dan minuman untuk dinikmati bersama.

Zaenuri menilai dukungan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat Sekararum. Hal itu sekaligus menjadi penyemangat bagi para pemuda untuk terus menjalankan kegiatan sosial dan budaya di desa.

Selain latihan gamelan, SKRM Squad selama ini juga aktif menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan. Di antaranya Festival Nginguk Githok, Pasar Ramadan, hingga berbagai program sosial, kepemudaan, dan pelestarian budaya.

Menurut Zaenuri, seluruh kegiatan itu memiliki tujuan yang sama, yakni membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan potensi desa melalui kreativitas generasi muda. Ia berharap SKRM Squad dapat terus menjadi wadah yang mampu menggerakkan masyarakat.

Salah seorang peserta latihan, Handaruni, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Selain belajar memainkan gamelan, ia juga dapat bertemu dan bermain bersama teman-temannya setiap malam.

"Senang bisa bermain sama teman-teman setiap malam. Lagunya juga mudah dimainkan, jadi lama-lama hafal dan semakin semangat latihan," kata Handaruni.

Ke depan, SKRM Squad berharap latihan gamelan tetap berlanjut meski libur sekolah telah usai. Regenerasi seniman tradisional dinilai penting agar gamelan dan kesenian khas Sekararum tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....