Wali Kota Semarang Buka Ruang Kerja Sama Budaya dan Ekonomi Kreatif dengan Prancis

  • 07 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang memperluas kerja sama dengan Prancis melalui penguatan diplomasi budaya untuk mendukung pengembangan pariwisata, sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga pelestarian cagar budaya. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng usai menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, di Lawang Sewu, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan pameran "Arthur Rimbaud: A Journey Through Java", yang menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sejarah dan budaya antara Semarang dan Prancis. Agustina mengatakan kerja sama internasional harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang kebudayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

"Kota Semarang sejak dahulu merupakan kota perjumpaan. Keterbukaan terhadap kolaborasi selalu melahirkan kemajuan. Karena itu, kerja sama dengan Prancis kami arahkan sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian warisan budaya Kota Semarang," ujarnya.

Salah satu program yang segera diwujudkan adalah Program Residensi Penulis Semarang–Prancis. Program tersebut akan menghadirkan novelis internasional Louis-Philippe Dalembert di Semarang selama tiga bulan mulai September 2026, sekaligus membuka kesempatan bagi penulis asal Semarang mengikuti program residensi sastra di Prancis.

Menurut Agustina, pertukaran tersebut diharapkan melahirkan karya sastra yang mampu memperkenalkan Semarang dan Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia ingin kerja sama ini berjalan dua arah.

“Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis. Kami berharap lahir karya-karya sastra dari sudut pandang anak bangsa yang dibaca masyarakat dunia," katanya.

Selain bidang sastra, kerja sama juga akan diperluas. Baik melalui partisipasi Semarang dalam Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis, promosi wisata berbahasa Prancis, pelatihan pemandu wisata, festival film, maupun pelestarian kawasan cagar budaya.

Agustina menilai sejarah menjadi modal penting dalam membangun kerja sama tersebut. Salah satunya melalui jejak penyair Prancis Arthur Rimbaud yang pernah singgah di Semarang pada 1876, yang kini diangkat kembali sebagai inspirasi penguatan hubungan kedua negara.

"Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Sekaligus, memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” katanya.

Melalui diplomasi berbasis budaya dan kreativitas, Pemerintah Kota Semarang berharap kolaborasi internasional dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya saing kota. Selain itu, juga membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....