Kisah Gugurnya Gatotkaca, dalam Perang Besar Bharatayuda

  • 08 Agt 2026 01:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Salah satu tokoh wayang yang terkenal bagi penggemarnya adalah Gatutkaca yang bernama lain Tetuka. Pada masa kecilnya Gatutkaca pernah di gembeleng di Kawah Candradimuka oleh Empu Batara Anggajali untuk mencapai kesaktian.

Setelah penggemblengan selesai, begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka, bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Ia mengenakan Caping Basunanda, penutup kepala gaib, yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan.

Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang musuhnya akan mati. Para dewa lalu menyuruhnya melawan raksasa Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu yang sakti mandraguna.

Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya.

Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Istri pertamanya Dewi Pergiwa anak Arjuna, istri kedua Dewi Sumpani dan yang ketiga Dewi Suryawati putri Batara Surya.

Dari perkawinan dengan Pergiwa, Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena, sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati.

Dalam perang besar Baratayuda, Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....