Prabu Parikesit, Raja Astina yang Hidup Dua Kali
- 14 Jun 2026 21:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Maharaja Parikesit adalah raja Astina pada masa setelah perang Bharatayuda. Saat masih dalam kandungan, ayahnya yang bernama Abimanyu, turut serta bersama Arjuna dalam sebuah pertempuran besar di daratan Kurukshetra.
Dalam pertempuran tersebut, Abimanyu gugur dalam serangan musuh yang dilakukan secara curang. Abimanyu meninggalkan ibu Parikesit yang bernama Dewi Utari karena gugur dalam perang.
Pada pertempuran di akhir hari kedelapan belas, Aswatama bertarung dengan Arjuna. Ketegangan terjadi karena Aswatama mengeluarkan senjata Brahmāstra, pusaka ampuh yang siap membunuh siapa saja yang terkena.
Karena dicegah oleh Resi Byasa, Aswatama lalu mengarahkan senjata tersebut kepada objek lain yakni ke kandungan Utari. Senjata tersebut pun membunuh Parikesit yang masih berada dalam kandungan.
Atas pertolongan dari Kresna, Parikesit dihidupkan kembali. Aswatama kemudian dikutuk menjadi mengembara di dunia selamanya tanpa tempat tinggal.
Resi Dhomya memprediksi bahwa Yudistira setelah Parikesit lahir ia akan menjadi pemuja setia Dewa Wisnu, dan semenjak ia diselamatkan oleh Bhatara Kresna, ia akan dikenal sebagai Vishnurata (Orang yang selalu dilindungi oleh Sang Dewa).
Resi Dhomya memprediksikan bahwa Parikesit akan selamanya mencurahkan kebajikan, ajaran agama dan kebenaran, dan akan menjadi pemimpin yang bijaksana. Ia akan menjadi ksatria panutan seperti Arjuna, kakeknya, dan akan membawa kemahsyuran bagi keluarganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....