Satu Suro di Meteseh Boja, Perkuat Nilai Keagamaan dan Kerukunan Warga
- 17 Jun 2026 01:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Warga Paguyuban Griya Rafada I The View RT1/RW10, Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal menggelar peringatan 1 Suro 2026 atau 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan yang berlangsung hari Senin malam, 15 Juni 2026 tersebut dihadiri ratusan warga.
Peringatan tersebut diisi dengan pengajian siraman rohani oleh tokoh Nahdlatul Ulama Pakintelan sekaligus Ketua Jamaah Langgeng Samudera, Kyai Raden Marsudi, doa bersama yang dipimpin Ustad Zaenuri, serta syukuran bersama seluruh warga. Dalam tausiyahnya, Marsudi mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
"Ajaran Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW mengedepankan kasih sayang, toleransi, serta penghormatan terhadap sesama manusia tanpa membedakan latar belakang. Momentum 1 Suro atau 1 Muharam hendaknya diisi dengan memperbaiki ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan harus meneladani Rasulullah SAW dalam bersikap, menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terpecah karena keberagaman yang ada di tengah masyarakat. Penceramah yang dikenal sebagai murid dari Kiai Muhammad Arif, Temanggung, itu menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkup keluarga.
"Keharmonisan rumah tangga harus dijaga dengan saling menghormati, saling memahami, serta membangun komunikasi yang baik. Dari keluarga yang harmonis akan lahir masyarakat yang damai dan rukun," tuturnya.
Pembina Paguyuban Warga Griya Rafada I The View, S Sutriyono mengatakan, peringatan 1 Suro bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan antarwarga. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang guyub dan penuh kepedulian.
"Perbedaan yang ada di lingkungan masyarakat hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian harus terus kita jaga agar lingkungan tetap harmonis," tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT1/ RW10 Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Dr (Hc) Joko Susanto, mengapresiasi partisipasi warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan menjadi modal sosial penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.
"Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antarwarga semakin erat. Semoga semangat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta meningkatkan ketakwaan terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Ketua Panitia Peringatan Suro, Rahmat Arifin Akbar mengaku sengaja memilih konsep sederhana namun sarat makna melalui pengajian siraman rohani, doa bersama, dan syukuran. "Kami ingin peringatan 1 Suro menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus mempererat hubungan antarwarga," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....