Wayang Beber, Wayang Tertua di Indonesia
- 17 Jun 2026 10:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kita mungkin lebih familiar dengan wayang kulit dari pada Wayang Beber. Namun faktanya, wayang Beber adalah wayang tertua di Indonesia.
Wayang kulit merupakan hasil modifikasi dari wayang Beber. Wayang Beber muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan hingga kini masih berkembang di daerah tertentu di Pulau Jawa.
Berbeda dengan wayang kulit yang menggambarkan satu tokoh dengan satu gambar wayang. Wayang beber berbentuk sebuah gulungan kain atau kertas wayang yang menggambarkan satu adegan yang sedang berlangsung oleh beberapa tokoh.
Menurut bahasa Jawa, kata beber berasal dari kata ambeber atau njlentrehke yang berarti dibentangkan atau membentangkan. Wayang ini memang sangat khas karena saat pertunjukan, sang dalang akan membentangkan gulungan kain atau kertas berilustrasikan lakon cerita pewayangan.
Kain atau kertas biasanya memiliki lebar 50 cm hingga 70 cm dengan panjang 360 cm sampai 400 cm. Dalam satu gulungan, biasanya akan ada empat adegan.
Untuk mementaskan 1 lakon cerita, dibutuhkan empat sampai lima gulungan. Pertunjukan diiringi musik gamelan yang terdiri dari rebab, kendang, gong, kenong, kempul raras lima, dan kethuk raras jangga.
Pada masa Majapahit, wayang beber digunakan sebagai sarana untuk upacara menolak bala atau Ruwatan. Kemudian, berkembang menjadi pertunjukan di luar ritual yang masih menyampaikan tentang kebenaran nilai tradisional.
Pementasan wayang secara tradisi harus dilakukan oleh dalang pria yang merupakan keturunan dari dalang-dalang sebelumnya. Kisah umumnya menceritakan tentang kepahlawanan dan cinta antara Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....