Gubernur Apresiasi Perantau Jateng, Tetap Lestarikan Budaya di Tengah Perantauan
- 21 Jun 2026 00:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Semangat menjaga akar budaya ditunjukkan para perantau asal Jawa Tengah yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah melalui gelaran Gebyar Harmoni Budaya di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat 19 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat lintas daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi warga Jateng di perantauan yang mampu beradaptasi dan berkontribusi di daerah tempat tinggalnya tanpa melupakan identitas budaya asal. Keberhasilan para perantau turut mengharumkan nama Jawa Tengah di berbagai wilayah Indonesia.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan telah membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur,” kata Luthfi.
Ia menilai penyelenggaraan Gebyar Harmoni Budaya menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Tengah tetap menjaga hubungan dengan warisan budaya leluhur. Kehadiran pertunjukan seni tradisional juga menunjukkan komitmen perantau dalam melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman.
Acara tersebut menampilkan dua pagelaran wayang kulit, yakni wayang kulit gagrak Betawi dengan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa yang dibawakan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. Selain itu, penonton juga disuguhi fragmen teater kolaborasi yang memadukan unsur budaya Jawa dan Betawi.
Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, serta Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga memaparkan perkembangan pembangunan di Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut provinsi tersebut kini semakin diminati investor dari dalam maupun luar negeri karena berbagai kemajuan yang telah dicapai.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah Leles Sudarmanto mengatakan wayang kulit dipilih sebagai bagian utama pertunjukan karena merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda Indonesia.
Ia menambahkan, Gebyar Harmoni Budaya merupakan simbol kolaborasi antara budaya Jawa dan Betawi yang perlu terus diperkuat. Melalui kebudayaan, berbagai elemen masyarakat dapat membangun kesamaan persepsi dan mempererat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....