Milad ke-118, Muhammadiyah Gelar Safari Budaya di Boyolali

  • 17 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah Jawa Tengah sukses menggelar Safari Budaya di Desa Kedunglengkong. Pagelaran wayang kulit ini digelar bertepatan momentum Milad Muhammadiyah ke-118 kalender Hijriyah.

Acara monumental ini sekaligus menjadi bentuk tasyakuran massal bagi segenap warga Dukuh Kemel. Pendekatan seni dipilih guna menyebarkan nilai Islam berkemajuan hingga ke tingkat akar rumput.

Bendahara PWM Jawa Tengah Sofyan Anif hadir langsung menyaksikan antusiasme ratusan warga Simo. Kehadiran jajaran tokoh penting tersebut menegaskan komitmen persatuan umat yang kokoh di daerah.

Bupati Boyolali Agus Irawan juga tampak hadir memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kultural ini. Pihak pemerintah daerah menilai Muhammadiyah sangat arif dalam merawat kerukunan melalui jalur tradisi.

Suasana malam pertunjukan semakin meriah dengan adanya agenda pelantikan resmi pengurus BikersMu Boyolali. Komunitas motor ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah sosial di kalangan pemuda.

Prosesi penyerahan tokoh lakon wayang kepada dalang menandai dimulainya puncak acara malam budaya. Simbolisasi tersebut mengusung tema besar tentang pentingnya merawat tradisi dan menebar pencerahan bangsa.

Ketua PDM Boyolali Ali Muhson berharap kegiatan ini memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. Wayang kulit terbukti efektif menjadi media pemersatu tanpa sekat-sekat perbedaan politik maupun sosial.

Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan lagu Indonesia Raya membuka rangkaian acara secara khidmat. Seluruh elemen warga Kedunglengkong larut dalam kebersamaan hingga akhir pementasan budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....