ECA Festival III Ajak Anak Usia Dini Kurangi Ketergantungan Gadget
- 03 Jun 2026 15:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus– Early Childhood Art (ECA) Festival III menjadi sarana bagi anak usia dini untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai. Melalui berbagai kegiatan seni yang interaktif, anak-anak diajak lebih aktif berekspresi, berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan diri sejak usia dini.
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus tersebut berlangsung di Auditorium UIN Sunan Kudus, Rabu, 3 Juni 2026. Sebanyak 21 lembaga PAUD dan TK dari Kabupaten Kudus turut ambil bagian dalam festival tersebut.
Acara dihadiri Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus Prof. Dr. Adri Efferi, dan Wakil Rektor I Dr. Hj. Siti Malaiha Dewi. Hadir pula Ketua Bunda PAUD Kabupaten Kudus Endhah Endhayani.
Menurut Endhah, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus wadah pembelajaran bagi anak-anak usia dini. Mereka dapat mengembangkan keberanian tampil di depan umum melalui berbagai aktivitas seni.
"Para calon pendidik ini memberikan pembelajaran kepada anak-anak usia dini untuk mampu tampil. Ini sebagai bentuk pelatihan langsung dari para mahasiswa kepada anak-anak usia dini. Di mana mereka melakukan pelatihan bernyanyi dan bermain drama," ujarnya.
Ia menilai kegiatan seni seperti menari, bernyanyi, dan bermain peran dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak di tengah tingginya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. "Terpenting, mereka tidak terpaku dengan gadget, tapi ada kesibukan lain seperti menari dan bernyanyi," katanya.
Meski demikian, Endhah mengakui penggunaan gadget tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kehidupan anak-anak saat ini. Sejumlah aktivitas pembelajaran tetap memerlukan dukungan teknologi digital, sehingga yang terpenting adalah penggunaan yang seimbang dan terarah.
Ia menegaskan, kegiatan seni dan kreativitas perlu terus diperbanyak. Tujuannya agar anak-anak memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Sementara itu, dosen pembimbing Seni Tari Anak Usia Dini, Rakanita Dyah Ayu Kinesti, menjelaskan ECA Festival III mengangkat empat tema utama, yakni makanan dan kesehatan, Islami, flora dan fauna, serta dolanan tradisional. Tema-tema tersebut dipilih untuk memperkaya wawasan peserta sekaligus mengenalkan perkembangan seni anak yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan. "Dengan adanya tema-tema tersebut juga memberikan pengetahuan tentang perkembangan seni anak milenial dan mengalihkan permainan gadget itu dengan kegiatan-kegiatan seni," katanya.
Melalui ECA Festival III, UIN Sunan Kudus berharap seni dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak usia dini. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong anak-anak lebih aktif berkegiatan positif di luar penggunaan gadget.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....