Antusias Tinggi, 92 Film Indie Ramaikan Festival Film Anak Bangsa

  • 11 Jun 2026 10:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Antusiasme sineas muda dalam berkarya melalui film independen kembali terlihat dalam gelaran Festival Film Anak Bangsa 2026. Sebanyak 92 karya film indie dari berbagai daerah ikut meramaikan ajang tersebut, meskipun peserta dikenakan biaya pendaftaran.

Perwakilan GsT, Asa Jatmiko mengatakan, seluruh karya yang masuk selanjutnya menjalani proses kurasi secara bertahap oleh tim juri. Hal itu diungkapkannya usai konferensi pers di Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari (RKBBR), Dawe, Kudus, Rabu, 10 Juni 2026.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan film yang lolos ke tahap akhir memenuhi persyaratan administratif maupun kualitas yang telah ditetapkan panitia. "Dari 92 karya film indie yang maksimal berdurasi 18 menit ini, kemudian oleh tim juri dikurasi secara administratif menjadi 30 karya hingga mencapai 17 karya," ujar Asa.

Asa menjelaskan, 17 film terpilih nantinya akan bersaing dalam malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 20 Juni 2026. Pada ajang tersebut, panitia telah menyiapkan penghargaan dalam sembilan kategori.

Menurut Asa, Festival Film Anak Bangsa diharapkan dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Selain menjadi ruang apresiasi, festival ini juga dinilai penting sebagai media bagi sineas muda untuk menyampaikan gagasan dan keresahan mereka melalui karya film.

"Kami ingin Festival Film Anak Bangsa ini dilaksanakan setiap tahun. Sebagai media dalam menyalurkan uneg-uneg dari para sineas muda untuk berkreasi," katanya.

Ia menegaskan, keberadaan film independen perlu terus dijaga. Menurutnya, film indie mampu menghadirkan berbagai persoalan mendasar yang terjadi di tengah masyarakat.

Film indie dinilai memiliki ruang yang lebih luas untuk mengangkat isu-isu sosial yang jarang mendapat sorotan."Bila di film industri, maka persoalan-persoalan mendasar di masyarakat tidak ditemukan karena adanya badan sensor film," ucap Asa.

Sementara itu, penyelenggara acara, Elang Ade Iswara menyampaikan, Festival Film Anak Bangsa 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi. “Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekosistem film muda di daerah maupun nasional," ujarnya.

Festival Film Anak Bangsa 2026 juga melibatkan sejumlah profesional di bidang perfilman sebagai dewan juri, yakni Faradina Mufti, Wahyu Agung Prasetyo dari Ravacana Films, serta Cornel Innos dari GsT. Kehadiran para juri tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif sekaligus menjadi inspirasi bagi para sineas muda untuk terus berkarya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....