Melestarikan Budaya Tak Harus Jadi Seniman, Semua Bisa Berperan

  • 08 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penggerak pelestari budaya muda, Ruli Saputra, menegaskan pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas seniman atau pelaku seni panggung semata. Menurutnya, seluruh masyarakat dapat berkontribusi menjaga budaya sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Dalam perbincangan di Pro 2 RRI Semarang Kamis 7 Mei 2026, Ruli mengatakan, masih banyak anak muda yang merasa tidak memiliki bakat seni sehingga menganggap dirinya tidak bisa ikut melestarikan budaya. Padahal, kata dia, dukungan terhadap budaya dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang berdampak besar bagi keberlangsungan ekosistem budaya.

“Melestarikan budaya tidak harus bisa menari atau memainkan alat musik tradisional. Semua orang bisa ikut berperan sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Ruli menjelaskan, masyarakat dapat menjadi support system bagi pelaku budaya. Caranya dengan menghadiri pertunjukan seni, mengikuti acara kebudayaan, hingga membeli tiket kegiatan budaya sebagai bentuk apresiasi langsung.

Selain itu, pemanfaatan media sosial juga dinilai penting untuk membantu memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Ia mencontohkan, anak muda yang memiliki kemampuan desain grafis, videografi, fotografi, maupun menulis dapat ikut berkontribusi dengan mengangkat tema sejarah, kuliner lokal, hingga tradisi daerah melalui karya digital.

Menurut Ruli, pelestarian budaya bersifat inklusif karena dapat dilakukan dari berbagai bidang dan profesi tanpa harus terlibat langsung dalam seni pertunjukan. Dalam kesempatan yang sama, Ruli juga menilai diperlukan strategi baru dan pendekatan kreatif untuk menarik minat generasi muda terhadap budaya lokal di tengah kuatnya arus budaya asing melalui teknologi digital.

Ia mengaku tengah menyiapkan sejumlah inovasi berbasis digital. Salah satunya melalui pengembangan konten edukasi budaya dalam format video pendek yang mengikuti tren media sosial saat ini.

Selain itu, Ruli juga berencana menggelar Festival Budaya Jawa Tengah pada Juni 2026 mendatang. Festival tersebut akan menghadirkan konsep kolaborasi antara musik tradisional dan modern agar lebih dekat dengan selera generasi muda.

Menurutnya, pendekatan kreatif seperti fusion budaya penting dilakukan agar pelestarian budaya tidak hanya bersifat seremonial. Akan tetapi, juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

“Budaya itu milik semua bidang. Tinggal bagaimana kita menggunakan passion dan kemampuan masing-masing untuk ikut menjaga identitas bangsa,” katanya.

Di akhir sesi bincang-bincang, Ruli mengajak generasi muda untuk mulai mengenali sejarah dan budaya dari daerah masing-masing agar tidak kehilangan jati diri. “Jangan sampai kita menjadi asing di rumah sendiri karena tidak mengenal budaya dan sejarah daerah kita,” ucapnya. (AriTsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....