RRI Semarang Perkuat Peran Lestarikan Budaya melalui Sarasehan Pedhalangan

  • 11 Agt 2026 08:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID Semarang – Pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal menjadi bagian dari mandat RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik. Mandat tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mengenalkan seni dan budaya kepada masyarakat sekaligus mendorong keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman.

Kepala RRI Semarang, Bambang Dwiana, S.Sos., M.M., mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari mandat RRI untuk turut menjaga dan mengembangkan seni budaya, khususnya budaya lokal. Menurutnya, peran tersebut perlu terus dijalankan melalui berbagai kegiatan yang dapat mendekatkan seni dan budaya kepada masyarakat.

“Pelestarian budaya sebenarnya ini sudah menjadi mandat RRI agar menjadi salah satu media yang bisa melestarikan seni budaya, hingga mengembangkan, khususnya budaya-budaya lokal negeri ini,” ujar Bambang Dwiana di sela-sela Sarasehan Pedalangan di Auditorium RRI Semarang, Senin malam 10 Agustus 2026.

Bambang menjelaskan, pelestarian budaya dilakukan RRI Semarang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari paguyuban, sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas. Bentuk kegiatannya antara lain pagelaran, dokumenter, filler, feature, dan dialog yang disesuaikan dengan karakter pendengar pada masing-masing programa.

Menurutnya, pelestarian seni dan budaya tidak dapat dilakukan sendiri sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Budaya lokal memiliki tatanan, tuntunan, dan nilai-nilai filosofis yang dinilai penting untuk dikenalkan kepada generasi muda agar tumbuh kecintaan terhadap budaya daerah.

Sugeng Riyadi salah satu penonton menilai, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dunia pedalangan, tidak hanya dari sisi pertunjukan, tetapi juga cerita dan makna yang terkandung di dalamnya.

“Saya kira sarasehan ini sangat menarik karena belum begitu banyak sarasehan yang mengulas terkait dunia seni pedalangan. Jadi, saya rasa sarasehan ini sangat penting, kita bisa mengedukasi, bukan sekedar pedalangan dari sisi pertunjukan, tetapi terkait dengan cerita dan makna ini bisa lebih mendalam,” katanya.

Ia berharap upaya pelestarian seni pedalangan juga dibarengi dengan regenerasi penonton, terutama dari kalangan generasi muda. Menurutnya, keberadaan penonton menjadi salah satu aspek penting agar seni pedalangan tetap eksis dan tidak punah.

Sarasehan Pedhalangan bertema Untuk Menghormati Karya Agung, Kita Sajikan Seni Adiluhung menghadirkan Dosen UNNES Dr. Widodo Broto Sejati, S.Sn., M.Sn., Budayawan Ki Mulyono Harjo Widodo, serta Dosen UPGRIS Dr. Bambang Sulanjari, S.S., M.A. .(Frans/Dars).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....