Tradisi Kirab Boyong Kenthong
- 23 Apr 2026 13:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati - Kirab Boyong Kenthong yang digelar di Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menjadi tradisi baru yang sarat makna kebersamaan dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam, 21 April 2026, dengan melibatkan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kirab Boyong Kenthong merupakan prosesi pemindahan kenthongan dari Kantor Pemerintahan Desa menuju kediaman Kepala Desa. Tradisi ini menandai bahwa kenthongan akan menetap di rumah Kepala Desa selama masa jabatan berlangsung.
Nantinya, jika terjadi pergantian kepala desa, kenthongan akan kembali dipindahkan melalui prosesi serupa sebagai simbol estafet kepemimpinan. Kenthongan sendiri merupakan sarana komunikasi tradisional yang hingga kini masih dinilai efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pola ketukan kenthongan memiliki makna tertentu, mulai dari tanda bahaya, kabar duka, hingga peringatan bencana seperti banjir. Keberadaannya tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol kewaspadaan dan solidaritas warga.
Koordinator kegiatan Boyong Kenthong, Ibu Suharni menyampaikan bahwa tradisi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa memiliki terhadap desa. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih sigap dalam menjaga keamanan lingkungan ketika mendengar bunyi kenthongan.
“Kenthongan bukan sekadar alat bunyi, tetapi juga pengikat kebersamaan warga. Setiap ketukan memiliki makna yang harus dipahami bersama” ujarnya.
Kenthongan yang diarak dalam kirab tersebut diberi nama Kyai Turonggo Yakso. Nama ini memiliki filosofi mendalam, yakni turonggo yang berarti kuda dan yakso yang berarti raksasa atau besar, Secara makna, nama tersebut melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat pantang mundur dalam menghadapi berbagai situasi.
Kepala Desa Pohijo turut mengapresiasi partisipasi masyarakat, khususnya para Ketua RT yang membawa berbagai buah-buahan sebagai bentuk persembahan di kediaman kepala desa. Sajian tersebut kemudian dinikmati bersama sebagai wujud syukur dan kebersamaan.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa, TP PKK, dan KOPIDAYA (Komunitas Masyarakat Peduli Budaya). Sinergi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan tradisi lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui Kirab Boyong Kenthong, Desa Pohijo tidak hanya menghadirkan tradisi baru, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....