Ritual Sedekah Gunung Merapi antara Mitos dengan Doa Tolak Balak
- 18 Jun 2026 11:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Salah satu agenda budaya yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, adalah Sedekah Gunung Merapi. Tradisi ini dilaksanakan di desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Ritual Sedekah Gunung Merapi tidak hanya menarik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat lokal Boyolali saja, namun sudah mendunia. Terbukti hingga agenda budaya tersebut mampu mendatangkan beberapa turis luar negeri yang penasaran dengan tradisi tahunan warga Lencoh.
Masyarakat setempat percaya, ritual tersebut menjadi salah satu tolak bala jika gunung yang paling aktif di dunia ini erupsi. Ritual penanaman kepala kerbau beserta sesaji di puncak Gunung Merapi sudah menjadi tradisi yang diturunkan oleh leluhur yang tinggal di kawasan lereng tersebut.
Selain kepala kerbau, masyarakat juga membuat sembilan macam gunungan yang merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan YME, yang dikirab oleh warga sebelum acara dimulai. Sembilan tumpeng ini melambangkan Wali Sanga, yang artinya meski berbeda-beda cara berfikirnya namun tetap sama tujuannya.
Setiap malam 1 Suro acara ini dilaksanakan dengan didahului acara seremonial. Setelah seremonila selesai, pejabat Kabupaten menyerahkan kepala kerbau kepada Kepala Desa Lencoh.
Kepala kerbau tersebut kemudian dibawa oleh sepuluh orang dengan penerangan obor, mendaki Gunung Merapi dan menanamkannya di Pasar Bubrah. Sesepuh desa Lencoh, Paiman menjelaskan, sejak erupsi Merapi tahun 2010, kepala kerbau tidak bisa ditanam di puncak karena perubahan medan.
Ditujukan sebagai tolak bala, agar jika gunung Merapi sewaktu-waktu mengeluarkan material vulkanik, wilayah di sekitar Merapi tidak kena dampaknya. Sedangkan gunungan mewujudkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena diberi tanah yang subur untuk pertanian masyarakat.
Memeriahkan acara sedekah gunung Merapi, setiap tahunnya selalu disertai beberapa rangkaian acara lainnya. Mislanya pagi hari didahului olah raga warga desa setempat, dilanjutkan pentas seni dan budaya.
Hingga malam harinya, dilaksanakan kirab kepala kerbau, sesaji dan gunungan pada puncak acara Sedekah Gunung Merapi. Acara ini juga menjadi wujud serta komitmen Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam mengembangkan event pariwisata sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Gunung Merapi-Merbabu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....