Kuliner Ketupat, Filosofi dan Makna Kehidupan Sosial dalam Masyarakat Indonesia
- 27 Mar 2026 23:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID - Semarang - Kupat janure klapa, menawi lepat nyuwun pangapura. Peribahasa Jawa ini sering kita dengar dalam pergaulan masyarakat Jawa saat mengakui kesalahan dan meminta maaf atasnya.
Lebaran Ketupat, yang juga dikenal dengan sebutan Kupatan, adalah salah satu tradisi unik yang dijalankan masyarakat Indonesia. Perayaan ini dilakukan pada hari kedelapan bulan Syawal, sebagai penanda selesainya puasa enam hari setelah Idulfitri.
Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari budaya Islam di Nusantara yang sarat nilai. Kegiatan pada momen ini biasanya meliputi makan bersama ketupat, doa bersama, serta silaturahmi antarwarga.
Semua itu menjadi simbol kebersamaan dan ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah puasa Syawal.
Karena Lebaran Ketupat dihitung berdasarkan hari kedelapan Syawal, tanggal perayaannya bisa berbeda-beda tergantung kapan awal bulan Syawal ditetapkan oleh masing-masing pihak.
Asal-Usul Dan Filosofi Tradisi Ketupat
Sejarah Lebaran Ketupat dipercaya telah ada sejak masa Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, yang memanfaatkan budaya lokal sebagai media dakwah Islam di Jawa. Ketupat digunakan sebagai simbol harmonisasi antara ajaran agama dan tradisi masyarakat, sehingga pesan Islam dapat diterima tanpa menghilangkan identitas budaya.
Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari perayaan Syawal. Dari sisi makna, kata “ketupat” atau “kupat” dalam bahasa Jawa diartikan sebagai ngaku lepat, yang berarti mengakui kesalahan.
Filosofi ini mengajarkan semangat saling memaafkan setelah Idulfitri sekaligus mendorong umat Islam untuk terus memperbaiki diri setelah Ramadan dan puasa Syawal. Bentuk ketupat yang dibungkus janur pun memiliki simbolisasi tertentu.
Anyaman janur melambangkan berbagai kesalahan manusia yang rumit, sementara nasi putih di dalamnya melambangkan hati yang suci setelah memohon ampun kepada Allah. Ketupat juga menjadi simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diterima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....