Warak Ngendhog Simbol Budaya Penuh Filosofi
- 13 Jul 2026 09:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Warak Ngendhog bukan sekadar mainan tradisional, melainkan simbol budaya yang menyimpan nilai filosofis mendalam bagi masyarakat Semarang hingga kini. Menurut Muhaimin selaku pengelola Masjid Kauman, Warak Ngendhog mengandung ajaran kesucian diri serta harapan melahirkan berbagai kebaikan bersama.
Kata warak berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, sedangkan ngendhog dalam bahasa Jawa berarti bertelur bagi manusia. Makna tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga kesucian hati selama Ramadhan agar melahirkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi berikutnya terlihat melalui bentuk tubuh Warak Ngendhog yang memadukan unsur budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa secara harmonis. Arif selaku pembuat kerajinan Warak Ngendhog menjelaskan perpaduan tersebut menggambarkan pentingnya persatuan, toleransi, serta saling menghargai dalam masyarakat.
Menurut Muhaimin selaku pengelola Masjid Kauman, bagian tubuh Warak Ngendhog memiliki makna yang mencerminkan nilai kehidupan bagi masyarakat. Leher melambangkan kesabaran, perut menggambarkan kemuliaan, sedangkan empat kaki mencerminkan keseimbangan kehidupan manusia dalam masyarakat selama Ramadhan.
Warak Ngendhog juga mengandung pesan spiritual yang mengajarkan pengendalian diri, ketakwaan, serta pentingnya memperbaiki perilaku setiap manusia selama Ramadhan. Nilai tersebut mengingatkan masyarakat bahwa keberagaman budaya dapat berjalan seiring dengan ajaran Islam yang membawa kedamaian bagi semua.
Hingga sekarang, Warak Ngendhog tetap menjadi simbol budaya yang sesuai karena mengajarkan persatuan, kesucian, serta nilai kehidupan bermakna kebersamaan. Melestarikan Warak Ngendhog berarti menjaga warisan budaya sekaligus meneruskan pesan moral kepada generasi muda Indonesia pada masa mendatang. (RARA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....