Cara Memilih dan Menyimpan Jahe agar Awet Segar

  • 29 Sep 2026 16:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Jahe merupakan salah satu rempah esensial yang hampir selalu ada di setiap dapur Indonesia, baik sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman herbal. Namun, rimpang yang satu ini sering kali cepat mengering, mengeriput, atau bahkan berjamur jika salah penanganannya. Agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama, penting bagi Anda untuk memahami trik memilih serta menyimpannya secara tepat.

Saat memilih jahe, pastikan memilih rimpang yang terasa berat di tangan, memiliki kulit yang mulus, serta bebas dari tanda-tanda kebusukan atau bintik hitam yang mencurigakan. Hindari jahe yang terasa terlalu ringan atau kopong karena biasanya sudah kehilangan kandungan air di dalamnya, sehingga teksturnya berserat keras dan aromanya berkurang.

Selain itu, perhatikan aroma yang dikeluarkan oleh rimpang tersebut. Jahe segar yang berkualitas tinggi selalu memancarkan aroma tajam, pedas, dan khas yang langsung tercium bahkan sebelum dikupas. Sebaliknya, jika rimpang berbau apek, asam, atau berair di bagian permukaannya, besar kemungkinan jahe tersebut sudah mulai membusuk di bagian dalam akibat penyimpanan yang terlalu lama atau lembap.

Setelah mendapatkan jahe berkualitas, proses penyimpanan yang benar akan menentukan seberapa lama rempah ini bisa bertahan. Untuk penggunaan dalam jangka pendek sekitar satu hingga dua minggu, Anda cukup mencuci bersih jahe lalu mengeringkannya menggunakan tisu. Setelah benar-benar kering, bungkus rimpang dengan kertas atau masukkan ke dalam wadah kedap udara sebelum menyimpannya di dalam kulkas pada suhu sejuk.

Jika Anda ingin menyimpan jahe dalam waktu yang lebih lama, hingga beberapa bulan, teknik pembekuan atau freezing adalah solusi terbaik. Kupas kulit jahe terlebih dahulu, lalu iris tipis-tipis atau parut sesuai kebutuhan sebelum memasukkannya ke dalam kantong ziplock khusus freezer. Cara ini memastikan pasokan bumbu dapur Anda tetap siap digunakan kapan saja tanpa takut kehilangan cita rasa pedas khasnya.

Alternatif lainnya adalah dengan mengolah jahe menjadi bentuk bubuk atau menyimpannya di dalam larutan alkohol ramah makanan seperti cuka atau madu bagi kebutuhan tertentu. Apapun metode yang dipilih, pastikan kelembapan tetap terkontrol dengan baik karena air berlebih adalah musuh utama utama yang memicu pertumbuhan jamur pada rimpang jahe.

Dengan menerapkan teknik pemilihan dan penyimpanan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat pengeluaran dapur, tetapi juga memastikan kandungan nutrisi serta antioksidan di dalam jahe tetap optimal. Rempah berkualitas tinggi tentu akan memberikan hasil masakan dan minuman kesehatan yang jauh lebih nikmat serta berkhasiat bagi keluarga di rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....