Active Procrastination Menunda Sesaat tapi Hasil Tetap Hebat

  • 09 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Deretan tugas menanti, tenggat tinggal menghitung hari, namun jari sibuk menatap layar tiada henti. Tak heran, apabila kebiasaan ini kerap dianggap sebagai bentuk kemalasan semata.

Namun, penelitian oleh Chu dan Choi tahun 2005 memandang fenomena ini dari perspektif lain. Berbekal kajian psikologis, mereka membagi kebiasaan menunda dalam kedua tipe yang berbeda, active procrastination dan passive procrastination.

Kelompok aktif memang dengan sengaja memilih menunda untuk memanfaatkan tekanan sebagai sumber motivasi. Meski begitu, capaian kerja mereka setara dengan yang tak pernah melakukannya.

Saat menunda, active procrastination tidak sekadar menunggu waktu berlalu, melainkan mengalihkan fokus pada tugas lain yang lebih mendesak. Begitu tenggat mendekat, energi kembali terkumpul penuh untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Bagi mereka, tekanan yang timbul berfungsi memicu konsentrasi, bukan rasa panik berlebihan. Dengan cara ini, mereka akan tetap tenang meski bekerja mendekati tenggat waktu.

Berdasarkan riset, mereka juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi beserta tingkat stres rendah. Hal ini tak jauh berbeda dengan kelompok yang tak pernah menunda.

Sebuah analisis oleh Kooren pada 2024 turut mengonfirmasi temuan tersebut secara luas. Hal berseberangan terjadi pada tipe passive procrastination, mereka rentan mengalami stres dan depresi.

Dengan demikian, kunci utama pengendalian prokrastinasi terletak pada kesadaran dan kendali diri. Penundaan tanpa perencanaan jelas tetap berisiko menimbulkan dampak buruk bagi siapa saja yang melakukannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....