106 Mahasiswa Rembang Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi, Ada Skema Desa Prioritas
- 21 Sep 2026 20:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menyalurkan Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi bagi mahasiswa pada 2026. Sebanyak 106 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima dan mengikuti penandatanganan perjanjian beasiswa di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Senin 21 September 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Selain mendukung mahasiswa berprestasi, beasiswa juga diarahkan untuk mendorong pemerataan jumlah sarjana di wilayah perdesaan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan program beasiswa pendidikan tinggi telah berjalan sejak 2017. Hingga 2026, tercatat 1.543 orang telah mendaftar, dengan 600 mahasiswa di antaranya menerima beasiswa dan 284 orang telah menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana.
“Jadi Pemerintah Kabupaten Rembang ini telah memberikan beasiswa perguruan tinggi. Sampai dengan saat ini yang lulus juga sudah 284 sarjana,” ujar Sholchan. Pada tahun ini, sebanyak 236 mahasiswa mengikuti proses seleksi Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi.
Dari jumlah tersebut, kata dia, 106 mahasiswa dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. Mereka terdiri atas 98 mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan delapan mahasiswa di perguruan tinggi swasta.
Menurut dia, para penerima beasiswa tersebar di sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar Kabupaten Rembang. Di antaranya Universitas Terbuka, Universitas Negeri Semarang, UIN Sunan Kudus, Universitas Diponegoro PSDKU Rembang, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia.
Untuk penerima di perguruan tinggi swasta, mahasiswa tersebar di STAI Al Anwar Sarang, STAI Al Hidayat Lasem, Universitas YPPI Rembang, STAI Al Kamal Sarang, dan STAINU Rembang.
Dorong Pemerataan Sarjana di Desa
Pemkab Rembang juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan pendidikan tinggi melalui skema desa prioritas. Pada 2026, terdapat 11 desa yang ditetapkan sebagai prioritas karena memiliki jumlah sarjana paling rendah.
“Kenapa kita pilih desa prioritas? Apa kriteria desa prioritas? Adalah 11 desa terendah yang memiliki sarjana,” jelas Sholchan.
Masing-masing desa prioritas ditargetkan mendapatkan dua penerima beasiswa. Namun, dari 11 desa tersebut, baru delapan desa yang memiliki pendaftar dengan total 14 orang.
Delapan desa tersebut meliputi Desa Kajar, Kecamatan Gunem dengan dua penerima, Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan dua orang, serta Desa Criwik, Kecamatan Pancur dua orang. Selanjutnya Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur satu orang, Desa Pakis, Kecamatan Sale dua orang, Desa Gilis, Kecamatan Sarang satu orang, Desa Logung, Kecamatan Sumber dua orang, dan Desa Bogorejo, Kecamatan Sumber dua orang.
Sementara tiga desa prioritas lainnya belum memiliki pendaftar. Ketiga desa tersebut yakni Desa Ngargomulyo, Kecamatan Lasem, Desa Blimbing, Kecamatan Sluke, dan Desa Baturno, Kecamatan Sarang.
Sholchan berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah sarjana di desa-desa yang selama ini memiliki jumlah lulusan perguruan tinggi relatif rendah. Menurutnya, keberadaan sarjana di desa diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Bupati: Beasiswa Harus Dijawab dengan Prestasi
Bupati Rembang Harno mengatakan pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Dukungan tersebut diberikan secara berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
“Jadi kebutuhan wajib berikutnya adalah pendidikan. Pendidikan juga merambah ke semuanya,” kata Harno.
Menurut Harno, beasiswa pendidikan tinggi tidak hanya menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada mahasiswa. Kesempatan tersebut juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.
Ia meminta para penerima menjadikan beasiswa sebagai amanah dan membuktikan kepercayaan pemerintah melalui prestasi serta karya. Harno berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan nantinya ikut memberikan manfaat bagi masyarakat Rembang.
“Jadikanlah kesempatan ini sebagai amanah, bukan sekadar penghargaan. Tunjukkanlah bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada saudara-saudara dapat saudara jawab dengan prestasi dan karya terbaik,” tandasnya. (Mifta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....