Sehari, Bupati Rembang Kunjungi Tiga Korban Kebakaran

  • 24 Jul 2026 21:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Bupati Rembang Harno mengunjungi korban kebakaran di Kecamatan Pamotan, Sedan, dan Sumber, Kamis 24 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.

Bupati didampingi Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Muhammad Luthfi Hakim, Ketua Baznas Kabupaten Rembang Mohammad Ali Anshory, Kepala Bagian Kesra Setda Rembang Maruli Dwi Rosina, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa. Mereka mendatangi satu per satu keluarga yang terdampak musibah kebakaran.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Hasanah (70), warga Desa Ringin, Kecamatan Pamotan. Dapur rumahnya terbakar pada Rabu (22/7/2026) hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Di hadapan Bupati, Hasanah menceritakan kronologi kebakaran yang menimpa rumahnya. Harno kemudian menyerahkan bantuan sembako, perlengkapan kebutuhan dasar, bantuan dari PMI, serta memastikan Baznas akan menyalurkan bantuan tunai Rp10 juta sekitar sepekan mendatang.

Selanjutnya, rombongan menuju Desa Sedan, Kecamatan Sedan. Di lokasi tersebut, Bupati menemui pasangan suami istri Nanang dan Fajriyah yang rumahnya mengalami kebakaran pada bagian depan pada 15 Juli 2026.

Harno meninjau kondisi bangunan yang terdampak sekaligus menyerahkan bantuan logistik. Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Bagian Kesra Setda Rembang juga akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta yang dijadwalkan cair dalam waktu sekitar satu minggu.

Kunjungan terakhir dilakukan di Desa Logung, Kecamatan Sumber. Bupati menemui Sumindar yang rumahnya ludes terbakar pada 8 Juli 2026 sehingga keluarganya masih tinggal di tenda darurat di sekitar lokasi rumah.

Harno berbincang hampir 20 menit dengan keluarga korban untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Ia juga menyerahkan bantuan logistik dan memastikan Baznas Kabupaten Rembang akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta.

Usai kegiatan, Harno mengatakan kehadirannya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para korban. Menurutnya, penanganan korban kebakaran menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat.

Khusus untuk keluarga Sumindar, Harno mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang telah menghimpun bantuan sekitar Rp24 juta. Bantuan tersebut berasal dari warga, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, PMI, BPBD, dan masih akan ditambah bantuan Rp10 juta dari Baznas.

"Yang khusus Pak Sumindar, solusinya gotong royong warga, Pak Kades, kecamatan semua iuran, dapat Rp24 juta, dari PMI juga ada, BPBD dan ini ada tambahan dari Baznas Rp10 juta," ujar Harno.

Anak Sumindar, Gunarti, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Rembang. Ia mengatakan orang tuanya memilih tetap tinggal di tenda karena ingin menjaga sapi yang menjadi sumber penghidupan keluarga.

"Terima kasih Pak Bupati telah diberikan bantuan. Ini mbahe minta tetap di sini, kasihan sapinya," kata Gunarti.

Sementara itu, Hasanah mengaku terharu karena Bupati datang langsung mengunjungi rumahnya setelah musibah kebakaran. Menurutnya, bantuan yang diterima sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan.

"Banget senenge saya pak, saya memang orang tidak mampu. Ini dapat Rp10 juta dan sembako ini ada juga apa belum saya buka," ungkap Hasanah.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap korban bencana memperoleh penanganan yang cepat. Bantuan darurat dan dukungan lanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....