Tisep Oven Harry Pimpin Rutan Tarutung, Tomy Yulianto Jabat Karutan Rembang
- 21 Agt 2026 14:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rembang, Tisep Oven Harry, mendapat amanah baru memimpin Rutan Kelas IIB Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara. Posisi Kepala Rutan Kelas IIB Rembang selanjutnya dijabat Tomy Yulianto yang sebelumnya merupakan Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu.
Serah terima jabatan dan pisah sambut digelar di Aula Rutan Kelas IIB Rembang, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Rembang Teguh Gunawarman yang mewakili Bupati Rembang H. Harno, sejumlah pimpinan OPD, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kepala UPT se-Karesidenan Pati, Forkopimda, mitra kerja, Dharma Wanita, pegawai Rutan Kelas IIB Rembang, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan perpisahannya, Tisep Oven Harry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Rutan Rembang yang selama kurang lebih 10 bulan telah mendukung berbagai program pelayanan dan pembinaan warga binaan. “Tidak akan cukup kalimat saya untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Rembang yang sudah mendukung dan bekerja sama atas pencapaian visi dan misi kami ketika pertama kali datang ke Rutan Kelas IIB Rembang,” ujarnya.
Tisep menyadari Rutan Rembang memiliki sumber daya yang tidak sebesar sejumlah UPT pemasyarakatan lainnya. Meski demikian, berbagai perubahan tetap dilakukan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.
Pejabat yang dikenal hobi bermain sepak bola itu juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak dapat dilakukan Rutan seorang diri karena membutuhkan keterlibatan berbagai instansi agar warga binaan memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat.
“Senior-senior kami menyebutnya warga binaan itu harus dikeroyok. Membinanya harus keroyokan, karena kalau sendiri pasti ada celah-celah yang terlewat ataupun tidak tersentuh,” katanya.
Selama bertugas di Rutan Rembang, pihaknya membangun kerja sama dengan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Tenaga Kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Perdagangan dan Koperasi, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan sekaligus berbagai program pembinaan bagi warga binaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Rembang yang baru, Tomy Yulianto, mengatakan dirinya tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan amanah tersebut. Pria asal Cirebon, Jawa Barat, itu meminta dukungan, bimbingan, dan arahan dari Forkopimda, jajaran UPT se-Karesidenan Pati, mitra kerja, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung Rutan Rembang.
“Saya pribadi tidak mungkin bekerja sendiri, harus keroyokan. Oleh karena itu, mohon bantuan, mohon bimbingan, mohon arahan juga pada seluruh Forkopimda, seluruh UPT di sekitar Karesidenan Pati ini untuk bisa mengemban tugas dan amanah baru saya ini di Rutan Kelas IIB Rembang,” ujarnya.
Tomy menegaskan, kolaborasi dan koordinasi akan menjadi bagian penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Rutan Rembang. Ia juga akan berupaya menjalankan berbagai arahan pimpinan serta memperkuat program yang telah berjalan.
“Mulai dari hari ini, kita selalu berkolaborasi, berkoordinasi. Memantapkan apa-apa yang menjadi nawacita dari pimpinan kita dan apa yang menjadi arahan dari pimpinan kita,” katanya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Rembang, Teguh Gunawarman, menyampaikan terima kasih kepada Tisep Oven Harry atas dedikasi, loyalitas, serta kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Rembang. Kepada Kepala Rutan yang baru, Pemerintah Kabupaten Rembang juga menyatakan siap bersinergi dan berkolaborasi.
Teguh mengatakan, saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Rutan Rembang telah berkolaborasi dalam memberikan pelatihan otomotif bagi warga binaan. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan.
“Kami pernah memberikan pelatihan otomotif bagi warga binaan, Pak Tisep juga meneruskan hal itu. Ke depan kita bisa berkolaborasi atau saling sharing untuk meningkatkan kapasitas, karakter dan motivasi baru bagi warga binaan, sehingga setelah bebas, mereka sudah memiliki rencana, mau menjahit atau yang lainnya,” ucapnya. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....