Rebana Tetap Hidup di Tangan Generasi Muda
- 19 Agt 2026 10:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rebana tetap bertahan meski musik modern terus berkembang pesat. Alat tradisional ini masih diminati berbagai kalangan hingga sekarang.
Rebana diperkirakan masuk Nusantara melalui pedagang Arab dan Gujarat sejak berabad-abad lalu. Kehadirannya kemudian menyatu dengan budaya masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Pada zaman dulu, rebana digunakan untuk mengiringi shalawat, hadrah, kasidah, dan peringatan hari besar Islam. Permainannya menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan serta kegiatan masyarakat.
Sekarang, rebana tidak hanya dimainkan pada acara keagamaan dan adat. Alat musik ini hadir dalam festival budaya, sekolah, kampus, serta berbagai komunitas seni.
Popularitas rebana semakin meningkat berkat media sosial dan platform digital. Penampilan kreatif banyak menarik perhatian generasi muda dari berbagai daerah.
Perkembangan zaman juga melahirkan beberapa jenis rebana dengan desain dan fungsi berbeda. Kini dikenal rebana elektrik, rebana modern, serta rebana dengan kombinasi instrumen musik lainnya.
Inovasi tersebut membuat rebana mampu mengikuti perkembangan musik tanpa meninggalkan nilai tradisinya. Generasi muda juga semakin tertarik mempelajari teknik permainan rebana secara kreatif.
Pelestarian rebana memerlukan dukungan komunitas, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan inovasi berkelanjutan, alat musik ini diyakini tetap hidup dan menembus perubahan zaman.
Dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku seni diperlukan agar rebana tetap berkembang. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....