Warga Binaan Lapas Semarang Unjuk Bakat Bernyanyi lewat Kedungpane’s Got Talent

  • 14 Agt 2026 13:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Suasana berbeda mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Sebanyak 31 warga binaan menunjukkan bakat bernyanyi dalam lomba karaoke bertajuk “Kedungpane’s Got Talent” yang digelar di Aula Kunjungan Lapas Semarang, Kamis 13 Agustus 2026.

Lomba tersebut menjadi salah satu kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif. Para peserta tampil di hadapan dewan juri dengan membawakan lagu pilihan masing-masing.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari drg. Bowo, dr. Ahdi, Ahmad Syaifuddin, Dena, dan Boni Ruben. Sejumlah mahasiswi magang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Para peserta dinilai berdasarkan tiga aspek utama, yakni vokal, teknik, dan penampilan (performance). Setelah melalui proses penjurian, lima peserta berhasil melaju ke babak final. Mereka adalah Hendro (D-20), Wahyu Chandra (D-07), Iwan (L), Miftahul Huda (D-21), dan Andi Wijaya (J-14).

Kelima finalis nantinya akan kembali tampil dalam babak final dengan iringan langsung dari Alpasis Band, grup musik yang beranggotakan warga binaan Lapas Kelas I Semarang. Kehadiran Alpasis Band sekaligus menambah warna dalam kegiatan pembinaan berbasis seni dan kreativitas.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seni dapat menjadi sarana positif untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan potensi warga binaan.

“Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk mengembangkan minat dan bakat secara positif. Melalui kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar percaya diri, disiplin, berani tampil, dan menghargai proses serta kemampuan orang lain,” ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan, kegiatan seni dan kreativitas merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan produktif di dalam Lapas. Ahmad Tohari berharap para peserta dapat menjadikan kesempatan tersebut sebagai pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan.

“Harapan kami, potensi yang dimiliki warga binaan dapat terus dikembangkan. Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat, kreativitas, dan rasa percaya diri sehingga ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki pengalaman positif serta mampu berkarya dengan lebih baik,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....