Pengelolaan Sampah Organik di Kemijen Belum Optimal, KKN Undip Kenalkan MAGGOTA
- 30 Jul 2026 16:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Berdasarkan hasil observasi, pengelolaan sampah organik rumah tangga di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, masih belum optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Tematik(KKN-T) ke-95 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program MAGGOTA sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengelola sampah organik melalui budidaya maggot.
Program tersebut berlangsung mulai 19 Juli hingga 10 Agustus 2026. Program MAGGOTA dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Melalui budidaya maggot, warga diajak mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna, seperti kompos. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah organik sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ketua Tim KKN-T 95 Universitas Diponegoro, Muhammad Azka Ardhana, mengatakan program tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. "Program ini kami buat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga," ujarnya saat dihubungi, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia juga menyampaikan, Tim KKN juga memberikan pemahaman mengenai manfaat budidaya maggot sebagai pengurai sampah organik. Hal ini dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
“Nah setelah penyampaian materi, warga diajak mempraktikkan secara langsung cara mengolah sampah organik menggunakan maggot. Dalam sesi praktik tersebut, peserta dikenalkan pada tahapan pengelolaan, mulai dari pemilahan sampah, proses budidaya maggot, hingga pemanfaatan hasil penguraiannya menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali,” ucapnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim KKN-T 95 Undip juga menyediakan alat komposter dan cairan EM4 yang dapat dimanfaatkan masing-masing wilayah di Kelurahan Kemijen. Tujuannya agar masyarakat dapat mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Lurah Kemijen, Bambang Sumbodo, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah melalui budidaya maggot memberikan solusi yang mudah diterapkan masyarakat dalam mengurangi sampah organik di lingkungan sekitar.
"Program ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga sini, maggot itu kan mudah, juga untuk dicari, sehingga warga juga bisa langsung praktek di rumah. Harapan saya sih semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa memberikan kesadaran kepada warga supaya dapat mengolah sampah dengan benar," ujar Bambang. ( Indri/Mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....