Fenomena FOMO Anak Alpha, Peran Orang Tua Masih Dibutuhkan

  • 06 Agt 2026 07:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pernahkah anak merengek meminta sesuatu hanya karena teman sebayanya sudah memiliki? Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut kehilangan momen merupakan fenomena yang kerap dijumpai.

Saat ini, mainan misteri berkemasan tertutup (blind box) atau boneka lucu berkarakter unik menjadi tren populer di kalangan anak-anak. Lebih dari itu, salah satu produk parfum yang semula ditujukan bagi orang dewasa kini turut menjadi incaran kalangan usia dini.

Sensasi kejutan pada ketidakpastian hadiah dalam kemasan tertutup memicu rasa penasaran dan mampu merangsang otak melepaskan hormon kebahagiaan. Terlebih, algoritma media sosial ikut mempercepat penyebaran tren tersebut pada anak-anak.

Secara tidak sadar, ketertarikan berlebihan berpotensi menimbulkan pola konsumtif sejak usia dini. Anak-anak menjadi rentan membanding-bandingkan kepemilikannya terhadap orang lain.

Meski begitu, secara psikologis, fenomena ini berdampak pada delayed gratification, salah satu fondasi kematangan emosional. Regulasi emosi dan pengendalian diri dapat terlatih melalui kebiasaan menunggu barang incaran.

Merujuk pada konsep delayed gratification dalam psikologi perkembangan, beberapa langkah dapat membantu orang tua mendampingi buah hati. Ajak anak berdiskusi mengenai alasan menginginkan barang, tentukan batasan dalam berbelanja, serta beri jeda waktu sebelum membeli.

Pendampingan orang tua menjadi peran krusial dalam menyikapi fenomena yang terjadi. Anak-anak perlu diberikan pemahaman mengenai pemetaan antara keinginan sesaat dengan kebutuhan yang sesungguhnya.

Sebuah tren memang tidak dapat dihindari dan akan terus bermunculan seiring dengan perkembangan zaman. Pengelolaan emosional serta kebijaksanaan yang diajarkan pada anak menjadi kunci dalam menyikapinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....