Hari Hutan Indonesia, Anak Muda Diajak Menjaga Hutan dari Lingkungan Terdekat

  • 07 Agt 2026 18:27 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Peringatan Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk mengubah persepsi masyarakat bahwa pelestarian hutan dapat dilakukan dari lingkungan sekitar, tidak hanya di kawasan pegunungan atau hutan lindung.
  • Menurut Diah Fitri Astuti Ningrum, lulusan Magister Ilmu Lingkungan UGM, konsep hutan dapat diwujudkan melalui ruang hijau perkotaan dan penanaman pohon di halaman rumah sendiri.
  • Upaya konservasi lingkungan dapat dimulai dari tingkat individu dan lingkungan tempat tinggal, memberdayakan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian alam.

RRI.CO.ID, Semarang - Peringatan Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga hutan tidak selalu harus dilakukan di kawasan pegunungan atau hutan lindung. Upaya pelestarian dapat dimulai dari lingkungan sekitar, bahkan dari halaman rumah sendiri.

Environmental enthusiast sekaligus lulusan Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Diah Fitri Astuti Ningrum, mengatakan masih banyak masyarakat yang memandang hutan hanya sebagai kawasan hijau yang berada jauh dari permukiman. Padahal, konsep hutan dapat diwujudkan melalui ruang hijau di perkotaan maupun dengan menanam berbagai jenis pohon di lingkungan tempat tinggal.

"Hutan itu tidak selalu identik dengan pegunungan atau kawasan yang jauh dari permukiman. Hutan kota dan pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Diah saat menjadi narasumber dalam program SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurutnya, semakin banyak ruang hijau yang diciptakan masyarakat, semakin besar pula manfaat yang dirasakan, mulai dari kualitas udara yang lebih baik, suhu lingkungan yang lebih sejuk, hingga meningkatnya daya resap air saat musim hujan. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mulai menanam pohon sebagai langkah sederhana menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, pegiat isu ekologi Mirna Layli Dewi menilai pelestarian hutan juga tidak lepas dari peran masyarakat adat dan komunitas lokal yang selama ini hidup berdampingan dengan alam. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama.

Mirna mengisahkan, di daerah asalnya di Aceh, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan. Bahkan, perempuan Aceh dikenal sebagai penjaga hutan yang tangguh karena aktif terlibat dalam menjaga kawasan hutan sekaligus memastikan sumber daya alam tetap lestari bagi generasi berikutnya.

"Di tempat asal saya, perempuan Aceh dikenal luas sebagai penjaga hutan yang andal. Mereka tidak hanya memanfaatkan hasil hutan secara bijak, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi untuk memastikan hutan tetap terjaga," kata Mirna.

Kedua narasumber berharap peringatan Hari Hutan Indonesia tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Mereka juga mendorong anak muda memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana edukasi, berbagi informasi, dan mengajak lebih banyak orang melakukan aksi nyata demi menjaga hutan sebagai warisan alam Indonesia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....