Kehadiran Kucing, Penenang Kecil untuk Redakan Stres Harian

  • 10 Agt 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bagi sebagian orang, berinteraksi dengan hewan sepulang bekerja atau beraktivitas seharian, mampu menjadi momen kecil yang menyenangkan. Perasaan ini ternyata tak sebatas kesenangan sesaat, melainkan telah didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis oleh Kementerian Kesehatan, tercatat hampir 10 persen anak Indonesia menunjukkan gejala cemas dan depresi. Selain itu, instansi tersebut turut mencatat sekitar 28 juta warga mengalami masalah kejiwaan pada awal tahun 2026.

Di tengah fenomena tersebut, banyak orang mencari cara sederhana untuk membantu meredakan tekanan harian. Kehadiran hewan peliharaan seperti kucing, kerap menjadi salah satu penenang yang digemari.

Penelitian mengenai interaksi manusia dan hewan menemukan bahwa sentuhan pada peliharaan mampu menurunkan kadar kortisol, hormon pemicu stres. Kemudian, oksitosin yang berkaitan dengan rasa nyaman, meningkat setelah momen tersebut berlangsung.

Rutinitas sederhana berupa memberikan makan atau menunggu kucing tertidur di pangkuan mampu memberikan perasaan menenangkan. Tak heran, sebagian dari pemeliharanya pun menunggu momentum mengelus kucing sebagai jeda kecil di tengah hari yang padat.

Meski peranannya memang berarti, kucing tidak akan menjadi pengganti penanganan profesional bagi gangguan kejiwaan kategori serius. Kehadirannya lebih tepat dipahami sebagai pelengkap, bukan solusi tunggal, atas persoalan kesehatan mental.

Menjaga kesehatan mental tak selalu membutuhkan solusi atau tahapan yang besar. Terkadang, memulai dari hal sederhana sudah cukup menjadi langkah awal kepedulian terhadap kondisi diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....