Cara Menyimpan Bawang Merah agar Tidak Cepat Busuk

  • 11 Jun 2026 13:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Karena sering dipakai, banyak orang memilih membeli bawang merah dalam jumlah cukup banyak untuk persediaan.

Namun, jika tidak disimpan dengan benar, bawang merah bisa cepat bertunas, mengering, bahkan membusuk sebelum sempat digunakan. Agar bawang merah tetap segar dan tahan lama, ada beberapa cara penyimpanan yang perlu diperhatikan.

1. Pilih Bawang Merah Berkualitas Sejak Awal

Langkah pertama untuk menjaga bawang merah tetap awet adalah memilih bawang yang berkualitas baik. Pilih bawang merah yang memiliki ciri-ciri berikut:

· Kulit luar kering dan mengilap.

· Tidak ada bagian yang lembek.

· Tidak berjamur atau bercak hitam.

· Tidak menunjukkan tanda-tanda mulai bertunas.

· Aroma khas bawang masih segar.

Bawang yang sudah rusak atau lembap saat dibeli cenderung lebih cepat membusuk. Selain itu, bawang tersebut juga dapat memengaruhi bawang lain yang disimpan bersamaan.

2. Simpan di Tempat Kering dan Sejuk

Bawang merah menyukai lingkungan yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan bawang merah di tempat yang lembap karena kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan pembusukan.

Tempat penyimpanan yang ideal adalah:

· Rak dapur yang teduh.

· Keranjang anyaman.

· Wadah berlubang yang memungkinkan udara mengalir.

Pastikan lokasi penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung agar kualitas bawang tetap terjaga.

3. Jangan Simpan dalam Kantong Plastik Tertutup

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menyimpan bawang merah dalam kantong plastik tanpa ventilasi. Plastik dapat menahan kelembapan sehingga bawang menjadi cepat lembek dan membusuk.

Sebagai gantinya, gunakan keranjang bambu, kantong jaring, kantong kertas, atau wadah berlubang. Media penyimpanan tersebut membantu menjaga sirkulasi udara sehingga bawang tetap kering.

4. Pisahkan dari Kentang

Banyak orang tidak menyadari bahwa kentang dan bawang merah sebaiknya tidak disimpan berdekatan. Kentang menghasilkan gas dan kelembapan yang dapat mempercepat proses pembusukan serta pertumbuhan tunas pada bawang merah.

5. Periksa Secara Berkala

Lakukan pengecekan setiap beberapa hari sekali. Jika ditemukan bawang yang mulai membusuk, segera pisahkan dari bawang lainnya.

Satu bawang yang busuk dapat mempercepat kerusakan bawang di sekitarnya karena penyebaran jamur dan kelembapan. Pemeriksaan rutin membantu menjaga seluruh stok tetap dalam kondisi baik.

6. Simpan dalam Bentuk Kupas dengan Cara yang Tepat

Jika bawang merah sudah dikupas, masa simpannya menjadi lebih pendek. Untuk menyimpannya:

· Masukkan ke dalam wadah kedap udara.

· Simpan di lemari pendingin.

· Gunakan dalam waktu sekitar 5–7 hari untuk hasil terbaik.

Pastikan bawang dalam kondisi kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah agar tidak mudah berlendir.

7. Hindari Menyimpan di Kulkas dalam Kondisi Utuh

Bawang merah utuh sebenarnya lebih baik disimpan pada suhu ruang yang sejuk dan kering. Menyimpan bawang merah utuh di kulkas dapat meningkatkan kelembapan yang berpotensi membuat bawang cepat lunak atau berjamur.

Menyimpan bawang merah agar tidak cepat busuk sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah menjaga bawang tetap kering, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta menjauhkannya dari sumber kelembapan. (IIW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....