Cara Menyimpan Bawang Putih agar Tidak Cepat Bertunas
- 11 Jun 2026 17:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang hampir selalu tersedia di rumah. Selain memberikan aroma dan cita rasa khas pada masakan, bawang putih juga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama jika ditangani dengan benar.
Namun, banyak orang sering menghadapi masalah bawang putih yang cepat bertunas, mengering, atau bahkan membusuk sebelum sempat digunakan. Agar bawang putih tetap segar dan tahan lama, penting untuk mengetahui cara penyimpanan yang tepat.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Pilih Bawang Putih Berkualitas Sejak Awal
Penyimpanan yang baik dimulai dari pemilihan bawang putih yang berkualitas. Pilih umbi yang padat, kulitnya kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Hindari bawang putih yang sudah lembek, berjamur, atau mulai mengeluarkan tunas hijau karena proses pertumbuhannya sudah dimulai. Bawang putih yang masih segar umumnya memiliki kulit luar yang utuh dan terasa berat saat dipegang.
2. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering
Kelembapan adalah salah satu penyebab utama bawang putih cepat bertunas atau membusuk. Oleh karena itu, simpan bawang putih di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Suhu ruangan sekitar 15–20 derajat Celsius biasanya ideal untuk penyimpanan bawang putih. Hindari menaruhnya di area yang terkena sinar matahari langsung atau dekat dengan sumber panas seperti kompor.
3. Gunakan Wadah Berlubang atau Keranjang
Bawang putih membutuhkan aliran udara yang cukup agar tetap kering. Gunakan wadah seperti keranjang anyaman, kantong jaring, atau wadah berlubang yang memungkinkan udara mengalir dengan baik.
4. Hindari Menyimpan di Kulkas
Banyak orang mengira kulkas adalah tempat terbaik untuk menyimpan semua bahan makanan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk bawang putih utuh.
Suhu dingin dan kondisi lembap di dalam kulkas justru dapat memicu pertumbuhan tunas lebih cepat setelah bawang putih dikeluarkan kembali ke suhu ruangan. Selain itu, teksturnya bisa menjadi lebih lunak dan kualitas rasanya menurun.
5. Simpan dalam Kondisi Utuh
Bawang putih yang masih utuh biasanya lebih tahan lama dibandingkan yang sudah dipisahkan siungnya atau dikupas kulitnya. Selama belum digunakan, biarkan umbi tetap utuh agar lapisan kulit luarnya dapat melindungi bagian dalam dari udara dan kelembapan.
6. Jauhkan dari Bahan yang Menghasilkan Etilen
Beberapa buah seperti apel, pisang, dan tomat menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan dan pertumbuhan tunas pada bahan pangan lain, termasuk bawang putih. Untuk menjaga kualitasnya, simpan bawang putih terpisah dari buah-buahan tersebut.
7. Periksa Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan rutin pada stok bawang putih Anda. Jika ada umbi yang mulai membusuk atau bertunas, segera pisahkan agar tidak memengaruhi bawang putih lainnya.
Bawang putih yang sudah bertunas sebenarnya masih aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda-tanda busuk atau berjamur. Namun, rasa dan aromanya biasanya menjadi lebih ringan dibandingkan bawang putih segar.
Jika tunasnya masih kecil, Anda dapat membuang bagian tunas hijau tersebut sebelum mengolah bawang putih untuk masakan. Menyimpan bawang putih agar tidak cepat bertunas sebenarnya cukup mudah.
Kuncinya adalah menjaga kondisi tetap kering, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta menghindari kelembapan berlebih. Dengan memilih bawang putih berkualitas dan menerapkan metode penyimpanan yang tepat, stok bawang putih di dapur dapat bertahan lebih lama. (IIW)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....