Empat Dekade Mengabdi, Semangat Satlinmas Rembang Berbuah Penghargaan Gubernur
- 22 Mei 2026 09:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Keriput di wajah Salekan tak mampu menyembunyikan semangatnya menjaga keamanan desa. Di usia 66 tahun, langkah pria asal Kabupaten Rembang itu memang tak lagi secepat dulu, namun panggilan mengabdi sebagai anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) tetap ia jalani seperti hampir 40 tahun terakhir.
Pagi itu, seusai Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di halaman Kantor Bupati Rembang, Rabu, 20 Mei 2026, wajah Salekan tampak sumringah. Di tangannya tergenggam piagam penghargaan dan buku tabungan bantuan lengkap dengan kartu ATM, penghormatan dari Gubernur Jawa Tengah atas pengabdian panjangnya menjaga keamanan masyarakat.
Bagi Salekan, penghargaan tersebut bukan sekadar bantuan uang tunai senilai Rp3 juta atau selembar piagam. Lebih dari itu, penghargaan menjadi tanda bahwa pengabdiannya selama puluhan tahun ternyata tak luput dari perhatian.
Salekan mengaku telah mengenakan seragam Satlinmas sejak masih muda, bahkan sebelum dirinya menikah. Sejak saat itu, ia terbiasa hadir di berbagai kegiatan warga, membantu menjaga keamanan hajatan, acara desa, hingga berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
“Mboten wonten gaji. Nggeh alhamdulillah kadang nak wonten hajat, kita tugas ada aja,” ujarnya pelan dalam bahasa Jawa.
Meski tak ada gaji tetap yang diterima, perkara penghasilan tak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti. Di sela tugas sosial itu, ia menjalani kehidupan sederhana sebagai petani sekaligus merawat sapi di rumahnya.
Saat ada panggilan dari desa, pekerjaan di sawah atau kandang sejenak ditinggalkan. Bagi Salekan, menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab yang telah melekat lama dalam hidupnya.
Usia yang terus bertambah sempat membuatnya berpikir untuk pensiun. Terlebih, menurutnya kini banyak anak muda yang lebih kuat dan sigap menjalankan tugas keamanan lingkungan.
“Yang muda-muda banyak. Saya juga pernah ingin pensiun, tapi masih pada pengen saya bertugas,” katanya sambil tersenyum kecil.
Kesetiaan Salekan menjadi gambaran tentang pengabdian yang berjalan diam-diam di tengah masyarakat. Ketika banyak orang mengejar pekerjaan dengan penghasilan besar, ia memilih bertahan menjalankan tugas sosial yang nyaris tanpa imbalan tetap selama empat dekade.
Hari itu, Salekan pulang bersama anaknya dengan hati lega. Penghargaan dari pemerintah mungkin tak menghapus lelah puluhan tahun, tetapi setidaknya menjadi pengingat bahwa pengabdian sederhana yang dijalani dengan tulus ternyata tetap memiliki arti besar.
Selain Salekan, penghargaan juga diberikan kepada Pasir (63), anggota Satlinmas Desa Gunem, Kecamatan Gunem, dan Muhammad Sakdun (63), anggota Satlinmas Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan. Mereka juga telah mengabdi selama 37 tahun menjaga keamanan desa masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....