Kajian Bareng Yusuf Mansur, 8 Karyawan RSI Sultan Agung Dilepas Berangkat Haji

  • 24 Apr 2026 07:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — RSI Sultan Agung Semarang menggelar kajian doa pagi spesial menghadirkan Ustaz Yusuf Mansur sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menyambut keberangkatan 8 karyawan yang akan menunaikan ibadah haji. Kegiatan yang berlangsung Kamis, 23 April 2026 ini diikuti civitas hospitalia serta masyarakat umum.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Agus Ujianto, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan dukungan kepada calon jemaah haji. “Semua wujud dari rasa saying saling menyayangi, saling men-support di antara kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan makna spiritual ibadah haji dengan mengutip ayat tentang sa’i antara Shafa dan Marwah. Menurutnya, ibadah tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan iman yang sarat makna perjuangan.

“Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan iman,” ujarnya.

Agus menambahkan, ibadah sa’i mengajarkan ketekunan dalam berusaha sebagaimana dicontohkan Siti Hajar. “Teruslah berikhtiar dengan penuh keyakinan, dan serahkan hasilnya kepada Allah,” ujarnya kepada para calon jemaah.

Ia berharap momentum haji dapat menjadi bekal spiritual bagi para pegawai untuk kembali dengan semangat baru dalam mengabdi. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi yang telah diberikan.

“Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan yang terus mengalir,” tuturnya.

Perwakilan karyawan yang akan berangkat, Islachudin Attoyib, mengaku bersyukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. “Oleh karena itu kami berjanji akan mengisi setiap Langkah kami dengan ibadah yang khusyuk, dengan akhlak yang terpuji,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Yusuf Mansur menyampaikan pentingnya memperbanyak tasbih. “Bertasbih memiliki arti mensucikan diri kita,” katanya.

Ia juga mengajak jemaah untuk tetap bersyukur, bahkan dalam situasi yang tidak disukai. “Di situ kita menjadi hamba Allah yang berbeda dengan tetap bersyukur,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....