Semangat Ramadan dan Idulfitri Mampu Menyatukan Perbedaan

  • 31 Mar 2026 06:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri menjadi momen untuk melatih diri, untuk menjadi pribadi yang lebih suci dari sebelumnya. Bahkan nilai-nilai dari kedua hal tersebut, ternyata bisa menjadi pemersatu baik bagi umat muslim atau antar umat beragama.

Wakil Ketua Umum LDK Insani Undip 2026, Fathiyah Hanan menjelaskan jika generasi muda bisa memaknai hal tersebut berkaca pada Ramadan. Pada bulan suci Ramadan, setiap orang dilatih dengan rutinitas berbeda yang membuat lebih rajin beribadah dan dekat pada Allah Swt.

“Aku ngerasa waktu kembali suci saat Idulfitri, kita meninggalkan kebiasaan buruk kita sebelum Ramadan seperti kemalasan kita. Aku ngerasanya karena Idulfitri ini kita dapat jatah libur, itu bisa menjadi spare time untuk kita kembali me-refresh ketika kita balik ke rutinitas kita ngerasa menjadi orang yang baru,” imbuhnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 24 Maret 2026.

Meskipun sempat terjadi perbedaan perayaan awal Idulfitri, namun Fathiyah memandang bahwa hal tersebut dipersatukan dalam tradisi Lebaran. Salah satunya dengan adanya halalbihalal, yang tetap mempersatukan masyarakat dengan harmonis meskipun merayakan Idulfitri di hari yang berbeda.

“Tapi mungkin ketika di lingkup-lingkup RT, biasanya lebih banyak yang ikut lebarannya pemerintah nih. Biasanya sehabis salat Id itu kan ada makan-makan, nah di momen makan-makan yang aku temukan itu yang hadir nggak cuma orang-orang yang lebarannya hari itu aja,” ucap Fathiyah.

Meskipun terjadi perbedaan waktu perayaan Idulfitri, menurut Fathiyah, masih cukup banyak yang merasakan toleransi dalam kebersamaan. Selain sesama umat muslim, Idulfitri juga menjadi momen untuk menjaga kerukunan terhadap antar umat beragama secara positif.

“Misalnya aku lihat-lihat konten di media sosial, ada yang misalkan ikut makan ketupat atau silaturahmi ke tempat orang juga ikutan. Memang sebenarnya euforianya sama-sama kita dapetin, apalagi kalau halalbihalal atau agenda-agenda yang tidak hanya mengundang yang muslim saja,” ujar Fathiyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....