Halalbihalal Jadi Sarana Pemersatu Masyarakat di tengah Perbedaan

  • 06 Apr 2026 12:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kegiatan halalbihalal menjadi aktivitas yang kerap dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat pasca-Idulfitri. Kegiatan ini dipandang memiliki banyak manfaat secara sosial, dari menghilangkan sekat antarhirarki sosial hingga mencairkan hubungan di masyarakat agar bisa kembali bersatu.

Menurut Direktur Bidang Penyiaran dan Publikasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam(Lapmi) Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) Semarang, Purnandya Arya Aji Scornova, hal ini seakan menjadi tombol reset atau titik balik. Masing-masing orang bisa mempunyai hubungan yang lebih cair, karena saling memaafkan satu sama lain tanpa menunggu berbuat salah.

“Kadang juga ada gengsinya untuk mulai duluan, karena kan menurutku di jaman sekarang minta maaf adalah hal yang jarang ditemukan. Kalau halalbihalal itu minta maaf yang proaktif dan kolektif, begitu kita bisa bertemu orang banyak, kita nggak perlu mikir kira-kira salahku atau salahnya apa, ya,” katanya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Selasa, 31 Maret 2026.

Secara sosial, Arya memandang halalbihalal memiliki dampak untuk kehidupan sosial bagi seseorang. Silaturahmi bisa dilakukan dengan lebih cair dan menghilangkan sekat perbedaan antarhirarki, sehingga menjadi ruang egaliter untuk bisa saling kembali merajut hubungan yang baik.

“Kita bisa ketemu dan sekat-sekat dari hirarki itu tiba-tiba runtuh semua, jadi semuanya duduk sejajar dan duduk bareng. Jadi ketika nggak ada lagi jarak atau hubungan struktural, menurutku rasa canggung itu bakal runtuh secara sendirinya jadi kita bisa lebih gampang untuk ngobrol dan merajut silaturahmi lagi,” ujarnya.

Kegiatan halalbihalal juga dipandang Arya sebagai alat pemersatu, terutama dalam dinamika organisasi. Jika berkaca pada lingkup kampus, ia mencontohkan sisa-sisa tensi usai Pemilihan Raya di kampus bisa dicairkan melalui kegiatan halalbihalal.

“Halalbihalal ini bisa membuktikan kalau di organisasi kita boleh beda argumen. Kita boleh beda pandangan atau adu gagasan sekeras apapun, tapi urusan persaudaraan atau tali silaturahmi, itu nggak boleh putus,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....