Ketimpangan Sosial Bisa Pengaruhi Ketahanan Sosial Pasca Bencana
- 25 Feb 2026 09:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ketahanan sosial masyarakat pasca bencana juga ditentukan berbagai hal, salah satunya ketimpangan sosial yang ada di masyarakat. Peran pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi hal itu menjadi masalah dalam pemulihan pasca bencana, dipandang memiliki urgensitas yang tinggi dalam pengananan bencana.
Menurut Haslan Okta Sanjaya sebagai Mahasiswa Sosiologi Antropologi UNNES, ketimpangan sosial memiliki pengaruh terhadap ketahanan sosial saat bencana. Terutama pada daerah-daerah terpelosok, yang memiliki akses sumber daya yang berbeda dan tinggal di daerah yang rawan terhadap bencana.
“Berbeda dengan masyarakat yang ekonominya menengah keatas, kalau sekirapun tempat tinggalnya aman mereka punya tabungan untuk recovery dengan cepat. Sedangkan kelompok rentan itu mereka tidak punya simpanan, jadi kemiskinan ekstrem itu setelah kehilangan aset setelah terjadi bencana itu sangat sulit,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu (18/2/2026).
Untuk mengatasi hal dan kondisi tersebut, Haslan menyebut perlu adanya bantuan dari pemerintah salah satunya untuk scanning terhadap masyarakat membutuhkan. Hal ini sebenarnya tercermin dalam program Desa Tangguh Bencana, yang dilakukan di Jawa Tengah.
“Jadi masyarakat ini udah tahu tindakan preventif, ketika dirasa ada bau-bau bencana yang akan terjadi apa yang harus dipersiapkan. Maupun kemudian ketika bencana itu setelahnya benar-benar terjadi, apa yang harus dilakukan agar upaya recovery ini bisa cepat dilakukan,” sebut Haslan.
Sebagai masyarakat, Haslan menyebut salah satu yang bisa dilakukan adalah memiliki rasa kepekaan terhadap situasi sekitar. Sehingga ketika dalam posisi bencana terjadi, masyarakat bisa memprioritaskan masyarakat rentan yang dapat ditolong terlebih dulu.
“Kalau tidak diprioritaskan konsekuensinya berarti contohnya adanya chaos, karena tidak ada informasi atau pengetahuan mitigasi bencana. Akhirnya orang saling hilang rasa percaya satu sama lain, bisa dari antar masyarakat itu sendiri atau masyarakat dengan pemerintah maupun sebaliknya,” kata Haslan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....