Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Siswa SMPN 2 Kandeman Batang Ketagihan

  • 07 Okt 2026 11:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman, Rabu, 7 Oktober 2026. Meski baru diterapkan dalam lingkup kecil, yakni dua kelas, namun sajian menu yang segar dan hangat menjadikan siswa lebih menikmati tiap suapannya.

Ujicoba konsep prasmanan dilakukan selama beberapa pekan sebagai tolok ukur sejauh mana keberhasilan dalam penyajian menu, sekaligus untuk mengetahui respons para siswa. Salah satu siswi kelas IX, Putri lebih menyukai konsep penyajian secara prasmanan dibandingkan dengan dibagikan dalam ompreng karena faktor kesegaran menu dan kesempatan untuk menambah porsi.

"Ya pada suka karena nasi sama lauknya masih hangat, jadi bisa nambah. Hari ini menunya ada ayam, tempe, sayur sama pisang, tadi nambahnya lauk tempe sama ayam karena suka," ujarnya usai menyantap MBG.

Ia mendukung penuh pembagian MBG dengan konsep prasmanan. Selain makanannya masih hangat, konsep ini tentunya dapat menambah nafsu makan siswa.

"Lebih milih kayak gini sih, bisa nambah juga, karena biasa makan dua piring kalau di rumah. Kalau bisa sih prasmanan porsinya ditambah, biar bisa nambah lauknya, karena biasanya yang dibagikan itu lauknya kurang banyak," ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 2 Kandeman, Adam Malik mengapresiasi sekolahnya yang terpilih menjadi tempat ujicoba konsep MBG prasmanan. Selain disajikan dalam kondisi hangat, tentu konsep ini menjadikan anak lebih lahap menikmati menu.

"Konsep prasmanan lebih disukai, karena anak bisa mengambil sesuai porsinya, sehingga tidak ada makanan sisa yang terbuang, jadi lebih efektif. Konsep prasmanan sudah diujicobakan sejak 5 Oktober 2026, yang diberikan kepada 64 siswa penerima di kelas IX A dan IX B," katanya.

Ia menyarankan, ke depan apabila konsep prasmanan akan diterapkan di seluruh kelas, tentu harus disiapkan Infrastruktur yang memadai. Hal ini karena kontur geografis yang berundak, sehingga kurang nyaman.

"Alangkah baiknya, jika disiapkan ruang aula, sementara di sini belum punya. Jadi sementara hanya di area kelas yang datar saja yang bisa," ucapnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, Wahyu Nugroho membenarkan, konsep prasmanan baru diujicobakan di beberapa sekolah, salah satunya di SMP Negeri 2 Kandeman. Konsep tersebut diujicobakan selama dua pekan ke depan di sejumlah sekolah penerima manfaat, dengan tetap akan dilakukan evaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), untuk kepastian keberlanjutannya.

"Memang konsep prasmanan disajikan saat menu masih hangat sehingga anak lebih banyak yang suka. Untuk kepastian keberlanjutannya, kami menunggu arahan dari BGN karena akan dievaluasi terlebih dahulu," ungkapnya.

Selama ini, SPPG Ujungnegoro melayani 2.356 penerima. Para penerima manfaatnya terdiri dari lima sekolah dan dua posyandu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....