Keluhkan Menu Tidak Berkualitas, SMPN 1 Tayu Putus Mitra Penyedia SPPG

  • 02 Mar 2026 14:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pati : SMP Negeri 1 Tayu memutuskan untuk menghentikan pemberian Menu Bergizi (MBG) dari salah satu Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) yang sempat menimbulkan keluhan dari para siswa. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keamanan konsumsi makanan di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Tayu, Eri Setiawan menjelaskan, jenis makanan tertentu seperti singkong kukus dan kacang rebus sering kali menimbulkan masalah kualitas. Kondisi fisik makanan tersebut dilaporkan kerap berubah drastis setelah dibawa pulang oleh para siswa.

Menurutnya, banyak siswa mengeluhkan makanan yang berubah kualitas, seperti singkong kukus yang sudah basi saat hendak dikonsumsi. Fenomena ini memicu kekhawatiran pihak sekolah terhadap potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh peserta didik.

Setelah menerima berbagai keluhan tersebut, pihak sekolah segera menjalin komunikasi intensif dengan penyedia MBG terdahulu. Saat ini, sekolah telah beralih bekerja sama dengan SPPG Kedungsari 1 untuk melakukan perbaikan layanan dan kualitas menu harian.

“Kami khawatir jika masalah ini terus berlanjut, bisa menyebabkan keracunan, maka kami kembalikan sistem MBG. Sekarang kami dapat menu baru yang aman, seperti sari kacang hijau dan roti, yang sesuai harapan,” ungkap Eri, saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Senin 2 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan, aspek harga dan kualitas menu saat ini telah dikelola secara lebih transparan. Kesepakatan baru antara pihak sekolah dan penyedia menjamin standar makanan yang disajikan telah melalui verifikasi bersama agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Ketua Komisi D DPRD Pati, Bandang Teguh Waluyo, mengapresiasi langkah cepat yang diambil pihak sekolah dalam menyelesaikan polemik MBG tersebut. Ia menilai pasca-perubahan penyedia, sekolah kini memiliki sistem yang lebih terbuka mengenai pengawasan kualitas dan harga makanan.

“Kami cek ke SMP Tayu dan memastikan bahwa masalah dengan dapur dan menu MBG sudah clear. Sekolah harus lebih proaktif dalam mengatasi masalah ini agar tidak ada lagi keluhan dari siswa dan orang tua,” tegasnya

Sebagai wakil rakyat, Teguh Bandang Waluyo berharap pihak sekolah terus konsisten memperhatikan kualitas menu MBG ke depannya. Pihak sekolah sendiri berkomitmen untuk menjaga standar makanan agar tetap bergizi dan aman selama masa puasa bagi seluruh siswa. (APB)

Rekomendasi Berita