Perkuat Edukasi Kebencanaan, Anak Muda Bisa Manfaatkan Media Sosial
- 07 Okt 2026 11:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Anak muda memiliki peran penting dalam memperkuat edukasi kebencanaan, di tengah kedekatan mereka dengan komunitas dan media sosial. Kontribusi tersebut tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga melalui edukasi dan penyebaran informasi sebelum bencana.
Pegiat kemanusiaan, Syukur Hamdan Damayadi Limbong mengatakan posisi anak muda saat ini banyak terlibat sebagai relawan bahkan di kondisi bencana. Namun, menurutnya, hal ini tidak bisa dikerdilkan begitu saja lantaran sebenarnya hal ini bisa dilakukan bahkan sebelum bencana terjadi.
“Relawan itu kan sukarela jadi nggak harus hanya waktu bencana terjadi, sebelum bencana terjadi edukasi. Itu aku lihat di beberapa daerah contohnya Bandung, itu kita ada komunitas yang edukasi ada sekolah bencana,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 30 September 2026.
Ia juga melihat peran anak muda yang cukup berdampak dalam bencana, seperti salah satunya penggalangan donasi yang bahkan mencapai angka relatif tinggi. Selain itu, informasi terkait bencana yang cukup deras salah satunya juga didukung dengan keberadaan anak muda di dunia digital.
“Media sosial udah kayak infrastruktur sosial, apa-apa bisa diatur media sosial bahkan sempet ada yang viral no viral no justice. Aku lihat dengan akses yang sangat dekat dengan kita dan jalur informasi yang terdistribusi kemana-mana, media sosial ini harusnya menambah dan mengoptimalkan peran anak muda,” kata Hamdan.
Peran tersebut bisa lebih optimal, apalagi dengan anak muda yang memiliki karakter kreatif dan dekat dengan dunia digital. Kontribusi tersebut tidak hanya membuat konten terkait bencana, namun menurutnya dengan membagikan konten terkait bencana juga dapat menimbulkan dampak positif di masyarakat.
“Daerah kita rawan bencana nih, share minimal let’s say followers-nya cuma 100 apa 200 ada yang aware juga. Jadi harapannya, jadi kayak efek domino dan jadi rantai kebaikan untuk kita semua,” ucapnya.
Hamdan menyadari bahwa urusan kebencanaan menjadi tanggung jawab bersama, sesuai dengan porsi dan perannya masing-masing. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak utamanya dalam membentuk ruang pertemuan untuk sama-sama menyadari pentingnya tanggap bencana.
“Harusnya sebelum bencana terjadi, ruang itu yang dipertemukan, tapi kebanyakan sekarang after bencana baru rame seminar tentang bencana. Hal kecil itu jangan dikesampingkan, walau nggak terjadi,” kata Hamdan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....