Aktivitas Anggota Jadi Indikator Awal Keberhasilan Kopdes Merah Putih

  • 05 Okt 2026 16:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih dalam mendorong ekonomi masyarakat tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk. Aktivitas anggota dan pertumbuhan transaksi dinilai menjadi indikator penting pada tahap awal operasional.

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Semarang(Unnes), Dr. Vitradesie Noekent, S.E., M.M mengatakan tahun pertama pelaksanaan Kopdes Merah Putih perlu diarahkan untuk memastikan anggota benar-benar aktif bertransaksi. “Jadi tidak hanya pada anggotanya berapa, tetapi anggotanya tersebut apakah aktif, kemudian apakah bertransaksi,” katanya kepada RRI, Senin, 5 Oktober 2026.

Selain aktivitas anggota, indikator lain yang dapat digunakan yakni frekuensi transaksi, pertumbuhan omzet, margin kotor, perputaran persediaan, serta arus kas koperasi dan anggota. Memasuki tahun kedua, evaluasi dapat diarahkan pada pertumbuhan usaha dan kemampuan koperasi menyerap produk lokal, salah satunya dengan melihat peningkatan harga maupun nilai jual hasil produksi masyarakat.

Pada tahun ketiga, indikator keberhasilan dapat dilihat dari kemampuan koperasi menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU), memperbesar modal sendiri, mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pemerintah, serta menciptakan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, Desi mengingatkan adanya sejumlah risiko dalam pengembangan Kopdes Merah Putih, salah satu yang dinilai penting adalah kesalahan dalam menerjemahkan desain besar program menjadi model bisnis di tingkat desa.

“Risiko terbesar itu adalah bagaimana kemudian menerjemahkan desain besar koperasi menjadi operasionalnya. Saya cukup mengkhawatirkan apabila terjadi kesalahan dalam hal model bisnis,” ujarnya.

Menurut Desi, fungsi koperasi sebagai agregator dan offtaker harus dirancang secara tepat. Tujuannya agar tidak mematikan usaha masyarakat yang telah berkembang.

Ia juga menilai program berskala nasional membutuhkan proses evaluasi dan pemantauan yang kuat hingga tingkat desa dan kelurahan. Oleh karena itu, pendekatan pilot project dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk menguji model bisnis sebelum diterapkan secara lebih luas.

Desi berharap Kopdes Merah Putih tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. Akan tetapi, mampu berkembang menjadi koperasi yang sehat, profesional, dan memberikan dampak ekonomi bagi anggota serta masyarakat di wilayahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....