Ruang Perjumpaan di Kampus, Bantu Mahasiswa Pahami Keberagaman
- 14 Sep 2026 10:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ruang perjumpaan di lingkungan kampus, dinilai penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman. Interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang berbeda, dapat membuka sudut pandang dan mengurangi prasangka.
Menurut Menteri Koordinator Dinamisasi Kampus BEM KM Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2026, Wisnu Jati Priyantoro, ruang perjumpaan di kampus sangat penting dibangun. Ia menyebut, dunia kampus tidak hanya sebatas mengenai akademik semata, namun juga terkait sosial termasuk utamanya mengenai keberagaman.
“Karena ketika memang nanti kita di perkuliahan, kita akan bertemu dengan mahasiswa lain dari berbagai macam daerah. Tentunya mereka dengan budaya masing-masing, agama juga pasti berbeda dan tentunya cara pandang yang pastinya berbeda diantara mahasiswa satu dan lainnya,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 8 September 2026.
Membangun ruang perjumpaan bagi Wisnu tidak terbatas pada interaksi, namun ada bermacam hal sederhana yang bisa diambil dalam hal tersebut. Pertemuan dengan orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda, membuat kita lebih menghargai perbedaan yang ada dan bersikap lebih toleran.
“Tentunya ketika ada salah satu mahasiswa yang memiliki keyakinan berbeda, kita tetap harus menghargai keyakinannya tanpa harus mengikuti keyakinannya. Karena kita juga punya keyakinan sendiri, yang penting kita bisa teguh dengan keyakinan kita dan juga tetap harus menghormati keyakinan teman-teman kita sendiri,” ucap Wisnu.
Selain itu, sikap yang dapat diambil adalah menghindari bersikap diskriminatif atau membedakan orang karena keyakinannya. Wisnu meyakini bahwa dengan menghindari sikap tersebut, generasi muda khususnya mahasiswa bisa menjaga harmonisasi dalam keberagaman yang ada.
“Kita dengan adanya perbedaan itu, kita harus menumbuhkan rasa saling menghargai atau toleransi. Jadi kita di lingkungan kampus jangan pilih-pilih, karena ketika memang kita bisa disebut inklusif dengan orang baru maka akan membuka pemahaman kita,” katanya.
Terbukanya berbagai ruang perjumpaan lintas agama di kampus, menurut Wisnu menjadi langkah awal dalam membangun toleransi. Pemahaman dari sudut pandang dan pengalaman yang didapatkan, dapat membuat seseorang bisa memahami alasan dari perbedaan dan memupus prasangka di masyarakat.
“Melalui interaksi antara kita, kita bisa memahami alasan dan pengalaman serta sudut pandang dibalik perbedaan ini. Jadi kita nggak cuma berpikir saya menghargai kamu karena kamu berbeda, tapi juga saya memahami bahwa perbedaan itu bagian dari kehidupan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....