Vegetasi Merapi Mengering, Guguran Awan Panas Berpotensi Picu Kebakaran
- 09 Sep 2026 17:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kondisi vegetasi di sekitar Gunung Merapi yang mengering selama musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di lereng gunung. Material dari guguran awan panas disebut beberapa kali telah mampu membakar vegetasi di sekitar Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengatakan kondisi vegetasi saat ini sangat kering karena sudah cukup lama tidak mendapatkan hujan. Situasi tersebut membuat api lebih mudah membesar apabila terdapat pemicu.
“Vegetasi di sekeliling Merapi ini kan sangat kering ya saat ini. Sudah lama tidak dipenuhi hujan sehingga kalau ada trigger-nya, ada api, dia akan langsung bisa membesar,” ujar Agus dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Agus, potensi kebakaran tersebut bukan sekadar kemungkinan. Dalam beberapa kejadian, guguran maupun awan panas yang bergerak cukup jauh telah membakar vegetasi karena material yang dibawanya memiliki suhu sangat tinggi.
“Ini sudah beberapa kali terjadi. Ketika guguran atau awan panas ini cukup jauh dan ini karena memang dia membara, panas sekali, sehingga dia mampu untuk membakar vegetasi,” katanya.
Agus menyebut kejadian serupa setidaknya telah berlangsung lebih dari dua kali. Meski demikian, kebakaran yang terjadi sejauh ini tidak meluas.
Agus menjelaskan, api berada di bagian ujung vegetasi yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Kondisi angin juga menjadi salah satu faktor yang membantu mencegah api menyebar ke kawasan yang lebih luas.
“Setiap kejadian itu anginnya ke arah atas. Tidak menyebar ke mana-mana,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan situasinya dapat berbeda apabila arah angin justru membawa api menuju vegetasi yang berada lebih rendah di lereng Merapi. Untuk mengantisipasi potensi tersebut, BPPTKG terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPBD dan Taman Nasional.
Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting agar setiap titik kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas. “Jadi ketika ada yang terbakar kita segera mendeteksi, nanti sebisa mungkin kita padamkan,” kata Agus.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap aktivitas Merapi, terutama di tengah kondisi kemarau dan vegetasi yang kering. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi aktivitas Merapi dari sumber resmi serta tidak panik menghadapi perkembangan yang terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....