Jaga Kerukunan, Penyuluh Agama Dorong Moderasi Beragama lewat 4 Aksi Nyata

  • 01 Okt 2026 11:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Moderasi beragama dapat diwujudkan melalui empat aksi nyata, yakni menghormati perbedaan, mengedepankan dialog, bekerja sama dalam aksi sosial kemanusiaan, dan bijak menggunakan media sosial. Penyuluh Agama Islam Kabupaten Pekalongan, Ubaidillah Faza, mengatakan empat langkah tersebut penting diterapkan untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Menurut saya, moderasi beragama sangat penting karena posisinya itu bertindak sebagai perekat sosial dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia ini. Dan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Agama untuk mencegah konflik-konflik berdimensi keagamaan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Ubaidillah, keberagaman tanpa cara pandang moderat dapat menimbulkan gesekan dan konflik sosial yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sikap saling menghormati dan penyelesaian persoalan melalui dialog perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menghormati perbedaan dan mengedepankan dialog, moderasi beragama dapat diwujudkan melalui kerja sama dalam aksi sosial kemanusiaan. Menurut Ubaidillah, langkah tersebut menjadi salah satu cara membangun kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

Bijak menggunakan media sosial juga menjadi bagian penting dalam menerapkan moderasi beragama. Masyarakat perlu menjaga sikap dan menyikapi informasi secara bijak agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.

Pegawai KUA Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Nur Cholis, mengatakan moderasi beragama memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat. “Dampak layanan moderasi beragama yaitu terciptanya keharmonisan sosial, pencegahan konflik, dan peningkatan sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Sementara, salah satu generasi muda, Siti Aisyah mengatakan sikap toleransi penting diterapkan karena Indonesia merupakan negara yang multikultural dan plural. Menurutnya, toleransi diperlukan untuk mencegah perpecahan antarkelompok maupun antaragama.

“Artinya enggak cuma kebudayaannya aja yang banyak, tetapi keyakinan dan juga agamanya. Nah, untuk mengatasi agar tidak terjadi perpecahan antar kelompok atau antar agama, maka perlu adanya sikap toleran agar kita saling menghargai satu sama lain,” ujar Siti. (Tammah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....