Magelang Jadi Etalase Keberagaman, Toleransi Antarumat Terus Diperkuat

  • 10 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Jaringan Nasional GUSDURian Indonesia
  • Forum Masyarakat Katolik Indonesia ( FMKI) Magelang
  • Diskusi Publik Lintas Iman

RRI.CO.ID, Kota Magelang – Keberagaman agama yang hidup berdampingan di Kota Magelang dinilai menjadi modal kuat untuk membangun kerukunan sekaligus menjadi contoh toleransi beragama bagi daerah lain. Kondisi tersebut perlu terus dirawat melalui dialog lintas iman dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo mengatakan perbedaan keyakinan di Kota Magelang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

“Kota Magelang memiliki potensi besar untuk menunjukkan bagaimana perbedaan keyakinan dapat berjalan berdampingan dalam kehidupan bermasyarakat. Kota Magelang ini merupakan etalase keberagaman seluruh umat beragama,” kata Wibowo usai Diskusi Publik Lintas Iman yang digelar Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Magelang, Minggu, 9 Agustus 2026.

Diskusi tersebut mengangkat tema “Merawat Harmoni, Menguatkan Indonesia: Moderasi Beragama untuk Persaudaraan Kebangsaan”. Kegiatan menjadi ruang memperkuat komunikasi antarumat beragama sekaligus membahas pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Wibowo menilai perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman perlu dikelola menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketenteraman Kota Magelang. Setiap umat juga diharapkan memperoleh ruang yang nyaman untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Nasional GUSDURian Indonesia Alissa Qatrunnada Munawaroh atau Alissa Wahid menilai Kota Magelang sejak dahulu memiliki karakter keberagaman yang kuat. Salah satu gambaran keberagaman tersebut terlihat dari keberadaan berbagai sekolah berbasis agama di wilayah tersebut.

“Kota Magelang sebagai wilayah yang mengedepankan toleransi sangat perlu dirawat. Dialog yang diselenggarakan FMKI Kota Magelang tersebut bertujuan untuk merawat keberagaman yang ada,” kata Alissa Wahid.

Menurut Alissa, pengalaman Kota Magelang dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain. Ia berharap praktik toleransi yang telah tumbuh di masyarakat dapat terus diperkuat dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua FMKI Kota Magelang, Yohanes Catur Yuwono Priyanto mengatakan, komunikasi antarumat beragama penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan mencegah munculnya sekat akibat perbedaan keyakinan. “Kami dari umat Katolik yang ada di Magelang ini ingin menumbuhkan iklim yang harmonis antarumat beragama, sehingga bisa mewujudkan Kota Magelang humanis, nyaman dan damai,” katanya.

Melalui penguatan dialog dan moderasi beragama, Kota Magelang diharapkan mampu mempertahankan kerukunan yang telah tumbuh di masyarakat. Keberagaman pun dapat menjadi kekuatan sosial untuk membangun kota yang inklusif, damai, dan menjadi contoh toleransi bagi daerah lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....